HUT Ke-6 PDAB Tirtatama, Pelayanan Air Minum Regional Terus Diperkuat
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengintensifkan edukasi demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi pascapemilu. Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK di wilayah Bantul guna memperkuat pemahaman politik sejak dini. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengintensifkan edukasi demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi pascapemilu. Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK di wilayah Bantul guna memperkuat pemahaman politik sejak dini.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menghadirkan jajaran Bawaslu Bantul sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah secara bergilir setiap pekan. Dalam momentum itu, siswa mendapatkan pesan langsung terkait pentingnya peran pemilih pemula dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran demokrasi sekaligus membangun partisipasi aktif generasi muda dalam setiap proses pemilu.
Ia menjelaskan, melalui amanat upacara, para siswa diberikan pemahaman mengenai posisi strategis pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi di Indonesia, khususnya menjelang Pemilu 2029.
"Harapan kami bisa meningkatkan partisipasi generasi muda dalam setiap proses pemilu ke depan," katanya dikutip, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Bantul, Dewi Nurhasanah, mengungkapkan bahwa pada 2026 program ini ditargetkan menjangkau sedikitnya 40 sekolah jenjang SMA dan SMK di Bantul. Program tersebut juga direncanakan berlanjut secara berkesinambungan hingga memasuki tahapan Pemilu 2029.
Ia menambahkan, para siswa akan dibekali pemahaman mengenai hak konstitusional sebagai pemilih, sekaligus dikenalkan pada berbagai ancaman terhadap demokrasi seperti politik uang, hoaks, ujaran kebencian, hingga sikap apatis terhadap pemilu.
Selain itu, pelajar juga didorong untuk berperan aktif sebagai pengawas partisipatif dalam setiap proses demokrasi, termasuk berani menolak praktik politik uang serta tidak menyebarkan informasi bohong di lingkungan mereka.
Kepala Balai Dikmen Kabupaten Bantul, Ismunardi, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program ini dan mendorong sekolah untuk proaktif berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memperkaya wawasan siswa terkait politik, pemilu, dan demokrasi di Indonesia.
Melalui program Bawaslu Goes to School, diharapkan pelajar SMA dan SMK di Bantul dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas saat menghadapi pemilu maupun pilkada mendatang, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.