BYD Indonesia Perluas Akses EV Lewat Penyegaran ATTO 1
BYD Indonesia Perluas Akses EV Lewat Penyegaran ATTO 1 dan Kehadiran Varian Baru, STD, Untuk Respon Antusiasme Besar Masyarakat Indonesia
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengintensifkan edukasi demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi pascapemilu. Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK di wilayah Bantul guna memperkuat pemahaman politik sejak dini. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengintensifkan edukasi demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi pascapemilu. Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK di wilayah Bantul guna memperkuat pemahaman politik sejak dini.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menghadirkan jajaran Bawaslu Bantul sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah secara bergilir setiap pekan. Dalam momentum itu, siswa mendapatkan pesan langsung terkait pentingnya peran pemilih pemula dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran demokrasi sekaligus membangun partisipasi aktif generasi muda dalam setiap proses pemilu.
Ia menjelaskan, melalui amanat upacara, para siswa diberikan pemahaman mengenai posisi strategis pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi di Indonesia, khususnya menjelang Pemilu 2029.
"Harapan kami bisa meningkatkan partisipasi generasi muda dalam setiap proses pemilu ke depan," katanya dikutip, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Bantul, Dewi Nurhasanah, mengungkapkan bahwa pada 2026 program ini ditargetkan menjangkau sedikitnya 40 sekolah jenjang SMA dan SMK di Bantul. Program tersebut juga direncanakan berlanjut secara berkesinambungan hingga memasuki tahapan Pemilu 2029.
Ia menambahkan, para siswa akan dibekali pemahaman mengenai hak konstitusional sebagai pemilih, sekaligus dikenalkan pada berbagai ancaman terhadap demokrasi seperti politik uang, hoaks, ujaran kebencian, hingga sikap apatis terhadap pemilu.
Selain itu, pelajar juga didorong untuk berperan aktif sebagai pengawas partisipatif dalam setiap proses demokrasi, termasuk berani menolak praktik politik uang serta tidak menyebarkan informasi bohong di lingkungan mereka.
Kepala Balai Dikmen Kabupaten Bantul, Ismunardi, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program ini dan mendorong sekolah untuk proaktif berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memperkaya wawasan siswa terkait politik, pemilu, dan demokrasi di Indonesia.
Melalui program Bawaslu Goes to School, diharapkan pelajar SMA dan SMK di Bantul dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas saat menghadapi pemilu maupun pilkada mendatang, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD Indonesia Perluas Akses EV Lewat Penyegaran ATTO 1 dan Kehadiran Varian Baru, STD, Untuk Respon Antusiasme Besar Masyarakat Indonesia
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.