Rusia Tuding Pentagon Gunakan Starlink untuk Intervensi Global
Wakil Menlu Rusia menuding Pentagon memanfaatkan Starlink untuk campur tangan urusan dalam negeri negara lain melalui internet satelit.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mewisuda 555 mahasiswa. Sejumlah lulusan mencetak IPK sempurna 4,00 dan masa studi tercepat. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali meluluskan ratusan mahasiswa dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 555 wisudawan resmi dikukuhkan pada prosesi hari kedua yang digelar di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga, Kamis (21/5/2026).
Dari total lulusan tersebut, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menjadi penyumbang wisudawan terbanyak dengan 230 lulusan. Selanjutnya Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam sebanyak 158 wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 115 lulusan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora sebanyak 52 lulusan.
Dalam prosesi wisuda itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Istiningsih, membacakan sambutan rektor yang menekankan pentingnya peran alumni dalam menjaga reputasi kampus di tengah perkembangan global yang terus bergerak cepat.
“Jadilah sosok yang terus belajar sepanjang hayat, terus mengimprovisasi diri, dan terus mengikuti perkembangan zaman sehingga mampu berkontribusi membangun negeri,” ujarnya.
Prof. Istiningsih juga menyoroti sejumlah capaian strategis kampus, mulai dari penguatan rekognisi internasional hingga pengembangan Program Studi Kedokteran. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil fondasi panjang yang dibangun para pendahulu kampus secara berkelanjutan.
“Pencapaian ini bukan akhir, melainkan langkah awal untuk terus berbenah dan memperkuat daya saing universitas. Dengan semangat kolektif, UIN Sunan Kalijaga diharapkan semakin maju, semakin berdaya saing global, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” katanya.
Suasana wisuda semakin emosional ketika perwakilan wisudawan, Ahmad Dio Putra Fatikha Rizky, menyampaikan refleksi perjalanan akademiknya di hadapan peserta sidang senat terbuka.
“Hari ini adalah bukti bahwa langkah yang kita tempuh, sekecil apa pun, tidak sia-sia. Wisuda sering kali dianggap sebagai garis akhir, padahal sesungguhnya ini baru dimulai,” ujarnya.
Ahmad Dio menilai kehidupan setelah lulus kuliah akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks. Namun, menurutnya, pengalaman selama masa studi telah membentuk ketahanan mental untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.
“Pada akhirnya, keberhasilan bukan tentang seberapa tinggi gelar yang kita miliki, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain,” pungkasnya.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 77.2 Tahun 2026, Ahmad Dio Putra Fatikha Rizky dari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora tercatat sebagai wisudawan terbaik sekaligus lulusan tercepat pada periode ini.
Selain itu, sejumlah mahasiswa lain juga mencatatkan prestasi akademik menonjol dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan. Muhammad Rivaldy Siregar dari Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 30 hari dengan IPK 3,91.
Prestasi serupa ditorehkan Yasinta Islamaya dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dengan IPK 3,93, serta Asmah Nul Husna dari Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam yang meraih IPK 3,95 dengan masa studi 3 tahun 4 bulan 28 hari.
Pada jenjang pascasarjana, persaingan akademik berlangsung ketat. Riskiana Elina dari Magister Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menuntaskan studi hanya dalam waktu 1 tahun 5 bulan 20 hari dengan IPK 3,90.
Sementara itu, Wildatun Rizka Khoiriyati dari Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sukses mencatatkan IPK sempurna 4,00. Raihan serupa juga diperoleh Dina Istiqomah dari Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dengan masa studi 1 tahun 5 bulan 13 hari.
Untuk jenjang doktoral, Soehardin Abdullah dari Program Doktor Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,79.
Prosesi wisuda UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun ini sekaligus menjadi momentum pelepasan ratusan lulusan baru ke tengah masyarakat. Para wisudawan diharapkan mampu membawa kompetensi akademik, integritas, serta nilai-nilai keislaman untuk menjawab tantangan sosial dan perkembangan zaman yang terus berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Menlu Rusia menuding Pentagon memanfaatkan Starlink untuk campur tangan urusan dalam negeri negara lain melalui internet satelit.
Prakiraan cuaca Jogja saat libur Iduladha 2026, mayoritas berawan, Sleman dan Kota Jogja berpotensi hujan ringan.
Data TKA 2026 Kemendikdasmen menunjukkan nilai Matematika SD dan SMP masih jauh di bawah capaian Bahasa Indonesia.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.