Padat Karya Kulonprogo 2026 Melejit, 78 Titik Digelontor Rp8,7 Miliar
Program padat karya Kulonprogo 2026 melonjak jadi 78 titik dengan total anggaran Rp8,7 miliar, serap tenaga kerja lokal.
Para pengunjung berwisata di Taman Bendungan Kamijoro, Dusun Kaliwiru, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, beberapa waktu lalu - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO — Menjelang momen libur panjang sekolah akhir Juni hingga awal Juli 2026, Dinas Pariwisata Kulonprogo mulai bergerak cepat mempersiapkan berbagai destinasi unggulan. Periode liburan ini diprediksi menjadi puncak kunjungan wisatawan, sehingga kesiapan layanan hingga kebersihan menjadi fokus utama.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan pengelola destinasi hingga desa wisata. Langkah ini bertujuan memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik saat berlibur.
“Persiapan harus matang agar wisatawan mendapat pelayanan optimal,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Pesona Pantai Glagah Jadi Andalan
Salah satu destinasi yang diprediksi akan dipadati pengunjung adalah Pantai Glagah. Kawasan ini selama ini menjadi magnet wisata karena keindahan alam dan fasilitasnya yang terus berkembang.
Dispar menaruh perhatian besar pada aspek kebersihan dan kenyamanan. Toilet umum, area parkir, hingga pengelolaan sampah diminta dalam kondisi prima. Selain itu, keasrian pantai juga harus tetap terjaga agar memberikan kesan positif bagi wisatawan.
Awasi Praktik Tarif Nuthuk
Tak hanya soal fasilitas, Sutarman juga mengingatkan pelaku usaha untuk menjaga etika dalam berjualan. Ia menegaskan agar tidak ada praktik “tarif nuthuk” atau menaikkan harga secara tidak wajar selama lonjakan kunjungan.
“Jangan sampai momentum libur sekolah dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan berlebihan yang justru merugikan citra pariwisata,” tegasnya.
Optimisme meningkatnya kunjungan wisatawan juga didukung data lonjakan saat long weekend Mei lalu. Tren tersebut menjadi indikator kuat bahwa libur sekolah tahun ini berpotensi mendatangkan lebih banyak pelancong.
Persiapan Pelaku Wisata
Sementara itu, Ketua Desa Wisata Glagah, Bayu Puspo, menyebut pihaknya tengah melakukan berbagai pembenahan. Fokus utama ada pada pengelolaan sampah dan peningkatan keamanan bagi pengunjung.
Destinasi wisata yang dikelolanya akan mempersolek diri untuk menghadapi momen libur sekolah. Pengelolaan sampah memang menjadi fokus utama persiapan untuk menjamin kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung.
“Kami bersiap dari sisi kebersihan dan keamanan. Semakin banyak wisatawan, otomatis volume sampah meningkat, jadi itu yang kami antisipasi,” jelasnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Kulonprogo optimistis mampu memberikan pengalaman liburan yang nyaman, aman, dan berkesan bagi wisatawan selama musim libur sekolah 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya Kulonprogo 2026 melonjak jadi 78 titik dengan total anggaran Rp8,7 miliar, serap tenaga kerja lokal.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.
Pemerintah RI memproyeksikan tarif AS ke produk Indonesia bisa mencapai 18% usai investigasi Section 301 Trade Act. Ini penjelasannya.
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-11 pada 6 Juni 2026, Burz@ Hotel Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility
Cuaca ekstrem di Sumatera Utara merusak 20 rumah di Serdang Bedagai. BPBD mencatat sejumlah wilayah terdampak tanpa korban jiwa.