Mayoritas Pencari Kerja di Sleman Perempuan

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Jum'at, 19 Juni 2026 04:37 WIB
Mayoritas Pencari Kerja di Sleman Perempuan

Pekerja/Buruh - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Perempuan masih menjadi kelompok dominan dalam pengurusan Kartu AK-1 atau kartu pencari kerja di Kabupaten Sleman, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor industri garmen yang banyak menyerap tenaga kerja perempuan.

Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman mencatat, sepanjang Januari hingga Mei 2026 terdapat 377 pencari kerja yang mengurus dan mencetak Kartu AK-1, dengan 216 di antaranya merupakan perempuan dan 161 laki-laki.

Kepala Disnaker Sleman, Epiphana Kristiani, mengatakan layanan penerbitan AK-1 masih menjadi salah satu fasilitas yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari proses pencarian kerja di daerah tersebut.

“Hingga Mei 2026, tercatat 377 pencari kerja telah mengurus dan mencetak Kartu AK-1 di Disnaker Sleman. Dari jumlah tersebut, pemohon perempuan masih mendominasi,” kata Epiphana, Kamis (18/6/2026).

Dominasi perempuan dalam pengurusan AK-1 bukanlah fenomena baru di Sleman. Pada 2025, dari total 1.075 pemohon, sebanyak 632 merupakan perempuan, sedangkan 443 lainnya laki-laki. Pola ini menunjukkan tren yang relatif konsisten dari tahun ke tahun.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Sleman, Sumaryati, menjelaskan bahwa tingginya jumlah perempuan pencari kerja berkaitan erat dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja di industri garmen yang ada di wilayah tersebut.

Menurutnya, sektor garmen saat ini mengalami kebutuhan tambahan tenaga kerja, terutama untuk mendukung proses produksi setelah terjadinya pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan beberapa waktu terakhir.

Industri garmen dan tekstil sendiri dikenal sebagai salah satu sektor padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja perempuan. Berdasarkan data World Labour Organization, Indonesia memiliki pangsa pasar sekitar 2,4 persen dalam industri garmen dan tekstil global serta menjadi pemasok terbesar keenam di dunia.

Secara nasional, sektor ini menyerap sekitar 5,2 juta tenaga kerja, dengan perempuan mendominasi komposisi pekerja di berbagai lini produksi pabrik garmen dan tekstil.

Disnaker Sleman menilai tingginya minat perempuan dalam mengurus AK-1 mencerminkan respons terhadap peluang kerja yang terbuka di sektor manufaktur, khususnya industri padat karya yang terus membutuhkan tenaga tambahan.

Kartu AK-1 sendiri masih menjadi salah satu dokumen administrasi penting yang dipersyaratkan dalam proses rekrutmen di sejumlah perusahaan, sehingga permintaannya tetap stabil di kalangan pencari kerja.

Hingga Mei 2026, jumlah pemohon AK-1 di Sleman baru mencapai sekitar 35 persen dari total pemohon sepanjang tahun 2025. Namun, angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas rekrutmen di berbagai sektor industri di wilayah Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online