KAI Tutup Rewulu, Sleman Kini Bebas Perlintasan Sebidang Liar
Perlintasan sebidang liar di Sleman resmi habis setelah akses Rewulu ditutup. KAI Daop 6 kini fokus meningkatkan keselamatan di perlintasan resmi.
Pekerja/Buruh - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Perempuan masih menjadi kelompok dominan dalam pengurusan Kartu AK-1 atau kartu pencari kerja di Kabupaten Sleman, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor industri garmen yang banyak menyerap tenaga kerja perempuan.
Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman mencatat, sepanjang Januari hingga Mei 2026 terdapat 377 pencari kerja yang mengurus dan mencetak Kartu AK-1, dengan 216 di antaranya merupakan perempuan dan 161 laki-laki.
Kepala Disnaker Sleman, Epiphana Kristiani, mengatakan layanan penerbitan AK-1 masih menjadi salah satu fasilitas yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari proses pencarian kerja di daerah tersebut.
“Hingga Mei 2026, tercatat 377 pencari kerja telah mengurus dan mencetak Kartu AK-1 di Disnaker Sleman. Dari jumlah tersebut, pemohon perempuan masih mendominasi,” kata Epiphana, Kamis (18/6/2026).
Dominasi perempuan dalam pengurusan AK-1 bukanlah fenomena baru di Sleman. Pada 2025, dari total 1.075 pemohon, sebanyak 632 merupakan perempuan, sedangkan 443 lainnya laki-laki. Pola ini menunjukkan tren yang relatif konsisten dari tahun ke tahun.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Sleman, Sumaryati, menjelaskan bahwa tingginya jumlah perempuan pencari kerja berkaitan erat dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja di industri garmen yang ada di wilayah tersebut.
Menurutnya, sektor garmen saat ini mengalami kebutuhan tambahan tenaga kerja, terutama untuk mendukung proses produksi setelah terjadinya pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan beberapa waktu terakhir.
Industri garmen dan tekstil sendiri dikenal sebagai salah satu sektor padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja perempuan. Berdasarkan data World Labour Organization, Indonesia memiliki pangsa pasar sekitar 2,4 persen dalam industri garmen dan tekstil global serta menjadi pemasok terbesar keenam di dunia.
Secara nasional, sektor ini menyerap sekitar 5,2 juta tenaga kerja, dengan perempuan mendominasi komposisi pekerja di berbagai lini produksi pabrik garmen dan tekstil.
Disnaker Sleman menilai tingginya minat perempuan dalam mengurus AK-1 mencerminkan respons terhadap peluang kerja yang terbuka di sektor manufaktur, khususnya industri padat karya yang terus membutuhkan tenaga tambahan.
Kartu AK-1 sendiri masih menjadi salah satu dokumen administrasi penting yang dipersyaratkan dalam proses rekrutmen di sejumlah perusahaan, sehingga permintaannya tetap stabil di kalangan pencari kerja.
Hingga Mei 2026, jumlah pemohon AK-1 di Sleman baru mencapai sekitar 35 persen dari total pemohon sepanjang tahun 2025. Namun, angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas rekrutmen di berbagai sektor industri di wilayah Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perlintasan sebidang liar di Sleman resmi habis setelah akses Rewulu ditutup. KAI Daop 6 kini fokus meningkatkan keselamatan di perlintasan resmi.
BGN menyiapkan 1.700 SPPG di wilayah dengan stunting tinggi. Program MBG diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Penumpang pesawat internasional Asia-Pasifik turun 1,1 persen pada Juni 2026. Kenaikan harga avtur memicu tarif tiket lebih mahal dan penyesuaian kapasitas.
Realisasi Dana Keistimewaan Bantul mencapai Rp23 miliar atau 69,9 persen. BPKPAD optimistis target 80 persen terpenuhi sebelum penyaluran tahap III.
Sri Sultan HB X menegaskan AI di industri asuransi harus menjaga martabat manusia. OJK menyebut AI hanya menjadi alat bantu profesional.
DPR meminta Polri memperkuat pemberantasan judi online setelah PPATK mencatat 467,32 juta transaksi judol pada semester I 2026.