Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ilustrasi pelantikan kepala sekolah.ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul memastikan puluhan jabatan kepala sekolah (kepsek) masih kosong meskipun pelantikan telah dilakukan pada Kamis (18/6/2026). Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi optimalisasi manajemen pendidikan di sekolah, khususnya jenjang SD.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengungkapkan pelantikan kepala sekolah yang berlangsung di Bangsal Sewoprojo, Wonosari, berjalan lancar. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 49 guru resmi dilantik menjadi kepala sekolah baru.
Adapun rinciannya terdiri dari tujuh kepala TK, 31 kepala SD, dan 11 kepala SMP. “Pelantikan dilakukan langsung oleh bupati sebagai pembina kepegawaian di Gunungkidul,” ujar Nunuk, Jumat (19/6/2026).
Namun demikian, pelantikan tersebut belum sepenuhnya menutup kebutuhan. Nunuk mencatat masih ada sekitar 53 posisi kepala sekolah yang belum terisi, dengan kekosongan terbanyak berada di tingkat sekolah dasar.
Ia menjelaskan bahwa pengisian jabatan kepala sekolah tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap calon wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) serta memiliki sertifikat resmi sebagai kepala sekolah.
“Tidak bisa langsung diisi, karena calon kepala sekolah harus melalui proses diklat terlebih dahulu agar memiliki kompetensi dan sertifikasi,” jelasnya.
Saat ini, proses diklat masih berlangsung dengan peserta sekitar 80 guru dari berbagai jenjang pendidikan. Nunuk optimistis kekosongan jabatan akan segera teratasi setelah para peserta menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikat.
“Kalau proses diklat selesai, maka akan segera dilakukan pelantikan lanjutan untuk mengisi kekosongan yang ada,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih, memberikan pesan khusus kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan adaptif di tengah perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
“Perubahan zaman harus direspons dengan inovasi. Kepala sekolah dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Endah.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas. Kepala sekolah, menurutnya, harus menjadi teladan bagi guru, siswa, maupun masyarakat.
“Keteladanan lahir dari sikap dan karya, bukan sekadar kata-kata. Jadilah inspirasi di lingkungan sekolah dan masyarakat,” tegasnya.
Dengan masih adanya puluhan jabatan yang kosong, percepatan proses diklat dan pelantikan lanjutan menjadi kunci agar roda pendidikan di Gunungkidul dapat berjalan optimal dan berkualitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Memberi minum kepada korban kecelakaan ternyata bisa berbahaya. Simak penjelasan medis mengenai risiko tersedak, aspirasi, hingga gangguan penanganan darurat.
Gaji baru masuk tetapi saldo rekening cepat menipis? Simak empat cara mengelola pengeluaran rutin agar keuangan tetap aman hingga akhir bulan.
Amerika Serikat memberlakukan visa bond permanen hingga Rp327 juta bagi pemohon dari 50 negara, termasuk Indonesia.