Kebakaran Lahan di Gunungkidul Tewaskan 2 Lansia, Kasus Melonjak
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
Instagram: Dishubgunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyetujui tambahan anggaran operasional bus sekolah milik Dinas Perhubungan Gunungkidul. Kebijakan ini diambil menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis dexlite yang berdampak langsung pada biaya operasional layanan transportasi pelajar tersebut.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji, mengatakan bus sekolah di Gunungkidul menggunakan BBM dexlite yang sejak April 2026 mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut membuat pagu anggaran yang telah disiapkan untuk tahun anggaran 2026 tidak lagi mencukupi kebutuhan operasional hingga akhir tahun.
“Kami sudah koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan disetujui adanya penambahan anggaran untuk operasional bus sekolah,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Bayu menjelaskan, tambahan anggaran yang disetujui mencapai Rp270 juta untuk tujuh unit bus sekolah yang dikelola dinas tersebut. Namun, anggaran itu belum dapat digunakan karena masih menunggu pengesahan Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA).
Setelah DPA disahkan, dana tambahan tersebut akan digunakan untuk menutup kebutuhan pembelian BBM agar layanan bus sekolah tetap berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto, menyebut masing-masing bus sekolah memiliki alokasi anggaran operasional sekitar Rp392 juta pada 2026. Namun, kenaikan harga BBM membuat kebutuhan tersebut meningkat signifikan.
Ia memaparkan, harga dexlite sempat naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600, lalu kembali naik menjadi Rp26.000 per liter pada awal Mei 2026. Kenaikan beruntun ini membuat kemampuan anggaran operasional semakin tertekan.
“Kami belum menghitung dengan kenaikan terbaru, yang jelas anggarannya tidak sampai untuk operasional hingga akhir tahun,” katanya.
Berdasarkan kajian saat harga berada di Rp23.600 per liter, operasional bus sekolah diperkirakan hanya mampu bertahan hingga akhir Juni. Dengan kenaikan terbaru, tekanan biaya diperkirakan semakin besar.
Untuk menjaga layanan tetap berjalan, Dinas Perhubungan Gunungkidul melakukan penyesuaian operasional. Jika sebelumnya bus beroperasi pagi dan siang, kini layanan siang (penjemputan pulang) sebagian besar dihentikan.
Saat ini hanya rute Semin–Wonosari yang masih beroperasi penuh pulang-pergi. Sementara rute lain seperti Ponjong–Wonosari, Semanu–Wonosari, Sokoliman–Wonosari, Tanjungsari–Wonosari, Gedangsari–Wonosari, dan Nglipar–Wonosari hanya melayani keberangkatan pagi.
Kebijakan ini diambil agar layanan bus sekolah tetap bisa bertahan hingga akhir tahun anggaran 2026 di tengah tekanan kenaikan biaya operasional BBM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
13 cara menghemat baterai iPhone di iOS 26, mulai dari cek penggunaan baterai, kurangi kecerahan, hingga aktifkan Adaptive Power. Optimalkan daya tahan baterai
RM BTS menjadi perbincangan setelah mengubah lirik lagu MIC Drop saat konser di Foxborough. Aksi tersebut memicu spekulasi ARMY bahwa BTS sedang menyindir Gramm
Timnas Indonesia masih bermain imbang 0-0 melawan Singapura pada babak pertama laga penentuan Grup A Piala AFF 2026. Mitchell Baker dan Thom Haye gagal memanfaa
Penurunan kapasitas fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2026 Kabupaten Kulonprogo menjadi perhatian serius DPRD. Pemkab tidak boleh men
Peritel global mulai mengoptimalkan situs agar mudah ditemukan ChatGPT dan Gemini. Trafik dari AI melonjak, tetapi perusahaan tetap berupaya mempertahankan data