6 Proyek Jalan Inpres di DIY Rampung, Perkuat Akses Ekonomi dan Wisata

Newswire
Newswire Rabu, 24 Juni 2026 03:17 WIB
6 Proyek Jalan Inpres di DIY Rampung, Perkuat Akses Ekonomi dan Wisata

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menuntaskan enam dari delapan paket pekerjaan dalam Program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran 2025. Penyelesaian proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, hingga distribusi hasil pertanian di DIY.

Delapan paket pekerjaan yang dijalankan melalui Program Inpres Jalan Daerah tersebar di empat kabupaten di DIY. Hingga saat ini, enam paket telah selesai dikerjakan dengan total panjang penanganan jalan mencapai 13,07 kilometer dan nilai anggaran sebesar Rp8,79 miliar.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan melalui program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat aksesibilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

"Dari delapan paket pekerjaan, enam paket telah selesai dilaksanakan dengan total panjang penanganan mencapai 13,07 kilometer dan total anggaran sebesar Rp8,79 miliar," kata Paku Alam X saat peresmian Inpres Jalan Daerah melalui zoom meeting di Yogyakarta, Selasa (24/6/2026).

Ia menjelaskan, dua paket pekerjaan Program IJD berada di Kabupaten Sleman, yakni preservasi Jalan Kalasan–Sumber dan preservasi Jalan Wadas–Turi.

Sementara di Kabupaten Gunungkidul terdapat dua paket pekerjaan yang meliputi preservasi Jalan Wonosari–Karangmojo serta pembangunan Jalan Simpang Kepek–Ngowarat.

Adapun Kabupaten Bantul memperoleh satu paket pekerjaan berupa preservasi Jalan Kasihan–Bangunjiwo. Sedangkan Kabupaten Kulon Progo mendapatkan satu paket pekerjaan berupa preservasi Jalan Gotakan–Cerme.

Menurut Paku Alam X, pembangunan jalan daerah tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan. Akses jalan yang lebih baik dinilai mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dari kawasan produksi menuju pasar sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien.

"Selain itu, tentunya juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka akses ke kawasan pariwisata dan sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta meningkatkan konektivitas antarwilayah," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.151 kilometer jalan daerah yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia. Peresmian dilakukan saat kunjungan kerja Presiden di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Pembangunan jalan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 yang dirancang untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menilai keberhasilan pembangunan jalan daerah tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebih merata.

"Capaian keseluruhan ini membuktikan komitmen mutlak pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau ke seluruh Indonesia secara lebih inklusif, adil, dan rata," katanya.

Menurut Dody, keberadaan jalan yang semakin baik akan memperkuat konektivitas antara wilayah sentra produksi dan pasar konsumsi sehingga rantai pasok pangan dapat berjalan lebih lancar dari hulu hingga hilir. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai daerah.

"Infrastruktur jalan yang diresmikan ini merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat kontinuitas nasional, dan menunjukkan kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online