Viral 2 Akamsi di Jetis Jogja Lawan Arus dan Meresahkan Pengguna Jalan
Dua pria yang viral karena melawan arus dan mengaku akamsi di kawasan Jetis Jogja akhirnya menyerahkan diri ke polisi usai videonya menuai kecaman. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA— Dua pria yang videonya viral karena melawan arus dan bersikap arogan terhadap pengendara lain di kawasan Jetis, Kota Jogja, akhirnya menyerahkan diri kepada polisi, Minggu (29/6/2026) malam. Keduanya datang ke kantor polisi setelah aksi mereka memicu kecaman luas di media sosial, terutama karena salah satu pelaku mengaku sebagai "akamsi" atau anak kampung sini saat menantang korban.
Peristiwa tersebut bermula ketika seorang pengendara sepeda motor menegur pelaku yang berkendara melawan arus di kawasan Terban. Teguran itu justru memicu emosi pelaku yang saat itu mengenakan seragam Dinas Perdagangan. Bukannya menghentikan pelanggaran, pelaku malah mengajak korban berkelahi dan mengejarnya dari kawasan Terban menuju Tugu hingga perempatan STM Jetis.
Merasa dirugikan, korban kemudian mengunggah rekaman video kejadian tersebut ke akun media sosial berbasis informasi lokal, Merapi Uncover. Dalam unggahannya, korban menceritakan kronologi tindakan pelaku yang dinilai membahayakan pengguna jalan lain.
"Lapor min orang nglawan arah diterban di ingetin malah ngejar sampe tugu-jetis ngajak berantem bilang akamsi, bajunya dinas perdagangan. di ajak ke polres gak mau. divideo kabur sambil nantang”, mana gak pake helm dan plat sekalian nrobos lampu merah," tulis korban dalam unggahan yang viral tersebut.
BACA JUGA
Selain melawan arus, pelaku juga disebut tidak mengenakan helm, mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor, serta menerobos lampu merah. Saat diajak korban menyelesaikan persoalan di kantor Polres, pelaku menolak dan memilih meninggalkan lokasi sambil terus melontarkan tantangan.
Setelah identitas mereka tersebar dan menjadi sorotan publik di media sosial, dua pria dalam video tersebut, Romi dan Andika, akhirnya mendatangi kantor polisi untuk menyerahkan diri sekaligus memberikan klarifikasi atas peristiwa yang terjadi.
Romi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban maupun masyarakat Kota Jogja atas tindakan yang telah menimbulkan keresahan. Ia juga menyatakan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Saya Romi dan teman saya Andika ingin mengklairifikasi kejadian Malam ini yang viral di Merapi Uncover saya dan teman saya menyerahkan diri mengakui bersalah dan siap ditindak sesuai hukum lalu lintas. Sekali lagi saya minta maaf kepada pengendara yang bersangkutan dan masyarakat kota Jogja khususnya," ujar Romi dalam pernyataan klarifikasinya.
Dalam pernyataan yang sama, Romi mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi pelanggaran serupa pada masa mendatang.
"Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi. Mohon maaf atas ketidaknyamananya. Klarifikasi ini saya buat dengan sehat jasmani dan rohani tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Sekali lagi saya menyesali atas perbuatan saya ini. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," pungkasnya.
Kasus dugaan pelanggaran lalu lintas dan tindakan yang menimbulkan keresahan tersebut kini ditangani pihak kepolisian untuk proses penindakan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penilangan atas pelanggaran lalu lintas serta pembinaan terhadap kedua pelaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share