Hindari Simpang Empat Sedayu, Buka Tutup hingga 2 September 2026

Sunartono
Sunartono Kamis, 23 Juli 2026 10:17 WIB
Hindari Simpang Empat Sedayu, Buka Tutup hingga 2 September 2026

Foto ilustrasi dibuat dengan AI.

Harianjogja.com, BANTUL—Pengendara yang melintasi Jalan Wates, khususnya di kawasan Sedayu, Kabupaten Bantul, perlu mengantisipasi potensi perlambatan arus lalu lintas. Satlantas Polres Bantul menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup di Simpang Empat Sedayu seiring berlangsungnya pekerjaan preservasi jalan yang dijadwalkan hingga 2 September 2026.

Rekayasa lalu lintas tersebut diberlakukan untuk mendukung pelaksanaan Paket Preservasi Jalan Karangnongko – Jombor – Jogja – Tempel yang dikerjakan di ruas Jalan Wates, wilayah Sedayu, Kabupaten Bantul.

Rekayasa Lalu Lintas Berlangsung hingga Awal September

Berdasarkan informasi resmi dari Satlantas Polres Bantul, sistem buka-tutup arus lalu lintas mulai diterapkan sejak 16 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 2 September 2026.

Selama periode tersebut, pengguna jalan diimbau menyesuaikan waktu perjalanan karena arus kendaraan di sekitar Simpang Empat Sedayu berpotensi mengalami antrean akibat pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung.

Penerapan sistem buka-tutup jalan akibat proyek preservasi di Simpang Empat Sedayu, Jalan Wates, Kabupaten Bantul, mulai berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di lapangan, penumpukan kendaraan memicu antrean yang cukup panjang dari dua arah utama. Antrean mengular terlihat pada jalur dari arah timur (Kota Jogja) maupun jalur dari arah barat (Kulonprogo).
Laju kendaraan merayap lambat saat mendekati titik penyempitan jalur.

Petugas kepolisian bersama tim teknis proyek tampak terus bersiaga mengatur arus lalu lintas secara bergantian guna mengurai kemacetan. Pengendara diimbau untuk tetap bersabar atau memilih jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan.

Pengendara Diminta Mengutamakan Keselamatan

Untuk menjaga kelancaran mobilitas sekaligus keselamatan seluruh pengguna jalan, Satlantas Polres Bantul menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat.

Pengendara diminta tetap berhati-hati saat melintasi area pekerjaan jalan, mengurangi kecepatan ketika memasuki zona proyek, serta mematuhi rambu lalu lintas sementara maupun arahan petugas yang berjaga di lapangan.

Selain itu, masyarakat juga disarankan mengatur waktu keberangkatan atau memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan kendaraan selama rekayasa lalu lintas diberlakukan.

Satlantas Polres Bantul turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat selama pekerjaan preservasi jalan berlangsung.

Kepolisian juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama seluruh pengguna jalan yang telah mematuhi pengaturan lalu lintas demi kelancaran proyek serta keselamatan bersama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online