Sejarah 22 Agustus dari Cikal Bakal TNI hingga Rainbow Baby Day

Jumali
Jumali Sabtu, 22 Agustus 2026 07:47 WIB
Sejarah 22 Agustus dari Cikal Bakal TNI hingga Rainbow Baby Day

Bekas kantor Badan Keamanan Rakyat di Padang, Sumatra/ Wikipedia

Harianjogja.com, JOGJA— Tanggal 22 Agustus menjadi salah satu hari yang memiliki makna penting dalam sejarah Indonesia sekaligus di tingkat internasional. Berbagai peringatan yang jatuh pada tanggal ini mencerminkan beragam nilai, mulai dari perjuangan bangsa, penghormatan terhadap hak asasi manusia, gaya hidup sehat, hingga dukungan bagi keluarga yang pernah mengalami kehilangan buah hati.

Berikut sejumlah peringatan yang diperingati setiap 22 Agustus.

BKR, Cikal Bakal TNI yang Lahir pada 22 Agustus 1945

Bagi Indonesia, 22 Agustus merupakan tanggal bersejarah karena menjadi hari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

BKR dibentuk tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan untuk membantu menjaga keamanan bersama rakyat dan berbagai jawatan pemerintahan yang baru berdiri. Keputusan pembentukan badan tersebut diumumkan Presiden Soekarno sehari setelahnya.

Keberadaan BKR menjadi langkah strategis pemerintah saat itu. Kondisi pascakemerdekaan masih sensitif karena pasukan Jepang masih berada di Indonesia dan tetap memiliki persenjataan lengkap.

Anggota BKR berasal dari berbagai unsur pemuda yang telah memiliki pengalaman militer, termasuk bekas anggota Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), KNIL, dan sejumlah kesatuan lainnya.

Perjalanan organisasi tersebut kemudian berlanjut. Pada 5 Oktober 1945, BKR berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebelum akhirnya berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dikenal hingga saat ini.

Hari Internasional Korban Tindak Kekerasan Atas Agama

Di tingkat global, 22 Agustus diperingati sebagai International Day Commemorating the Victims of Acts of Violence Based on Religion or Belief atau Hari Internasional Korban Tindak Kekerasan Atas Agama dan Kepercayaan.

Peringatan yang ditetapkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan hak asasi manusia, khususnya kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi pemerintah di berbagai negara untuk memerangi intoleransi, diskriminasi, dan kekerasan yang dilatarbelakangi agama atau kepercayaan.

PBB menegaskan bahwa tindakan ekstremisme maupun terorisme tidak boleh dikaitkan dengan agama, bangsa, atau kelompok tertentu. Karena itu, pendidikan mengenai hak asasi manusia dinilai penting untuk memperkuat toleransi dalam kehidupan masyarakat.

Hari Susu Nabati Sedunia

Peringatan lain yang jatuh pada 22 Agustus adalah World Plant Milk Day atau Hari Susu Nabati Sedunia.

Hari ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran mengenai alternatif susu berbahan nabati yang berasal dari kedelai, almond, mete, beras, maupun bahan lainnya.

Susu nabati menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki intoleransi laktosa atau ingin mengurangi konsumsi produk hewani. Selain itu, produk ini juga dikenal kaya vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Peringatan tersebut pertama kali diperkenalkan pada 2017 oleh pendiri organisasi Plant Based News, Robbie Lockie. Kampanye yang dilakukan mendorong masyarakat mengenal manfaat susu nabati dari sisi kesehatan maupun keberlanjutan lingkungan.

Rainbow Baby Day, Simbol Harapan Setelah Kehilangan

Tanggal 22 Agustus juga dikenal sebagai Rainbow Baby Day atau Hari Bayi Pelangi.

Istilah "rainbow baby" digunakan untuk menggambarkan bayi yang lahir sehat setelah orang tuanya mengalami keguguran, kelahiran mati, kehamilan ektopik, atau kehilangan bayi pada kehamilan sebelumnya.

Pelangi dipilih sebagai simbol harapan, kebahagiaan, dan optimisme yang hadir setelah masa sulit yang dialami keluarga.

Peringatan ini pertama kali diperkenalkan pada 2018 oleh organisasi amal What The Fertility di Amerika Serikat. Tujuannya adalah memberikan dukungan moral kepada para orang tua yang pernah mengalami kehilangan dan menghormati perjalanan emosional yang mereka lalui.

Tanggal yang Sarat Makna

Beragam peringatan pada 22 Agustus menunjukkan bahwa satu tanggal dapat memiliki makna yang berbeda di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, tanggal ini mengingatkan masyarakat pada sejarah lahirnya cikal bakal TNI. Sementara di tingkat internasional, 22 Agustus menjadi momentum untuk meneguhkan toleransi, mendorong pola hidup sehat, serta memberikan dukungan kepada keluarga yang pernah menghadapi kehilangan.

Dengan memahami makna di balik berbagai peringatan tersebut, masyarakat dapat menjadikan 22 Agustus sebagai momen refleksi untuk menghargai sejarah, kemanusiaan, kesehatan, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online