Baru Sepekan di PSIM Jogja, Marvin Loria Sudah Merasa Nyaman
Marvin Loria mengaku cepat beradaptasi di PSIM Jogja. Cuaca, suasana, dan sambutan pemain membuat winger Kosta Rika itu nyaman.
JBBA.ist
Harianjogja.com, JOGJA—Ajang bergengsi Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 siap digelar pada Rabu (15/7/2026). Event ini menjadi panggung apresiasi bagi perusahaan, institusi, dan organisasi yang dinilai mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Mengusung tema “Smartly Cultured, Sustainably Driven”, JBBA 2026 menempatkan nilai filosofi lokal Hamemayu Hayuning Bawana sebagai dasar penilaian. Konsep ini menekankan pentingnya harmoni antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, menegaskan bahwa JBBA bukan sekadar ajang penghargaan seremonial. Lebih dari itu, JBBA dirancang sebagai tolok ukur baru dalam menilai kualitas dan komitmen pelaku usaha maupun lembaga di tengah dinamika zaman.
“Dunia usaha saat ini tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan. Perusahaan juga harus mampu menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Penilaian Berbasis Riset Independen
Seluruh penerima penghargaan JBBA 2026 ditentukan melalui proses riset independen yang komprehensif. Ketua Panitia JBBA 2026, Della Ainun, memastikan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan capaian, rekam jejak, serta kontribusi nyata dari masing-masing peserta.
Penghargaan tahun ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari dunia usaha, lembaga pendidikan, institusi publik, hingga organisasi yang dinilai memiliki inovasi dan dampak positif bagi masyarakat.
“JBBA diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya praktik terbaik di berbagai sektor,” kata Della.
Ukur Dampak, Bukan Sekadar Capaian
Ketua Tim Riset JBBA 2026, Budi Cahyana, menjelaskan bahwa pendekatan penilaian dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melihat performa bisnis, tim juga mengkaji tata kelola organisasi, inovasi, dampak sosial, hingga persepsi publik.
Berbagai sumber data digunakan, mulai dari monitoring media digital, pemberitaan, hingga tingkat kepatuhan terhadap regulasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil penilaian benar-benar kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Fokus pada Tiga Pilar Utama
Dalam proses penilaian, JBBA 2026 mengacu pada tiga klaster utama, yaitu:
Ketiga aspek tersebut mencerminkan arah pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penguatan budaya serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dorong Ekosistem Bisnis Berkualitas
Melalui penyelenggaraan JBBA 2026, diharapkan muncul standar baru dalam dunia usaha di Yogyakarta. Tidak hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah entitas mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Ajang ini sekaligus memperkuat posisi Jogja sebagai daerah yang tidak hanya kaya budaya, tetapi juga memiliki ekosistem bisnis yang adaptif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Marvin Loria mengaku cepat beradaptasi di PSIM Jogja. Cuaca, suasana, dan sambutan pemain membuat winger Kosta Rika itu nyaman.
Apple mengusulkan komisi 15% untuk transaksi melalui tautan pembayaran di luar App Store. Tarif berbeda berlaku bagi pengembang tertentu.
Vietnam menang 0-2 atas Malaysia pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026. Simak hasil dan peluang kedua tim menuju final.
Sekitar 1.500 pendaki telah registrasi melalui jalur Cemoro Sewu untuk mengikuti upacara HUT RI ke-81 di Gunung Lawu.
Polda Metro Jaya menyiapkan 27 kantong parkir di Monas, GBK, Kemayoran-Ancol saat perayaan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.
Harga emas dunia diproyeksikan menguat pekan depan. Emas diperkirakan bergerak US$4.186-US$4.572 per troy ounce.