JBBA 2026 Digelar Hari Ini, Apresiasi Bisnis Berkelanjutan di Jogja

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Rabu, 15 Juli 2026 10:22 WIB
JBBA 2026 Digelar Hari Ini, Apresiasi Bisnis Berkelanjutan di Jogja

JBBA.ist

Harianjogja.com, JOGJA—Ajang bergengsi Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 siap digelar pada Rabu (15/7/2026). Event ini menjadi panggung apresiasi bagi perusahaan, institusi, dan organisasi yang dinilai mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Mengusung tema “Smartly Cultured, Sustainably Driven”, JBBA 2026 menempatkan nilai filosofi lokal Hamemayu Hayuning Bawana sebagai dasar penilaian. Konsep ini menekankan pentingnya harmoni antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, menegaskan bahwa JBBA bukan sekadar ajang penghargaan seremonial. Lebih dari itu, JBBA dirancang sebagai tolok ukur baru dalam menilai kualitas dan komitmen pelaku usaha maupun lembaga di tengah dinamika zaman.

“Dunia usaha saat ini tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan. Perusahaan juga harus mampu menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Penilaian Berbasis Riset Independen

Seluruh penerima penghargaan JBBA 2026 ditentukan melalui proses riset independen yang komprehensif. Ketua Panitia JBBA 2026, Della Ainun, memastikan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan capaian, rekam jejak, serta kontribusi nyata dari masing-masing peserta.

Penghargaan tahun ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari dunia usaha, lembaga pendidikan, institusi publik, hingga organisasi yang dinilai memiliki inovasi dan dampak positif bagi masyarakat.

“JBBA diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya praktik terbaik di berbagai sektor,” kata Della.

Ukur Dampak, Bukan Sekadar Capaian

Ketua Tim Riset JBBA 2026, Budi Cahyana, menjelaskan bahwa pendekatan penilaian dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melihat performa bisnis, tim juga mengkaji tata kelola organisasi, inovasi, dampak sosial, hingga persepsi publik.

Berbagai sumber data digunakan, mulai dari monitoring media digital, pemberitaan, hingga tingkat kepatuhan terhadap regulasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil penilaian benar-benar kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Fokus pada Tiga Pilar Utama

Dalam proses penilaian, JBBA 2026 mengacu pada tiga klaster utama, yaitu:

  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Ekonomi berkelanjutan

Ketiga aspek tersebut mencerminkan arah pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penguatan budaya serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dorong Ekosistem Bisnis Berkualitas

Melalui penyelenggaraan JBBA 2026, diharapkan muncul standar baru dalam dunia usaha di Yogyakarta. Tidak hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah entitas mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Ajang ini sekaligus memperkuat posisi Jogja sebagai daerah yang tidak hanya kaya budaya, tetapi juga memiliki ekosistem bisnis yang adaptif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online