Gempa NTT: Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam
TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pascabencana
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak 50 balita di Kelurahan Margodadi, Seyegan, Sleman, kembali mendapatkan bantuan telur dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) melalui program CSR Protein Cegah Stunting. Pada tahap kedua, bantuan yang disalurkan mencapai 1.500 butir telur untuk memenuhi kebutuhan protein anak selama dua pekan.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan pada Senin (31/8/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Alfamidi untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi balita sekaligus mendukung pencegahan stunting di wilayah Margodadi.
Dalam pelaksanaan tahap kedua, masing-masing penerima manfaat mendapatkan dukungan asupan protein hewani yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian. Jika dihitung sejak tahap pertama hingga pelaksanaan awal tahap kedua, total bantuan yang telah disalurkan Alfamidi mencapai 4.500 butir telur.
Branch Manager Alfamidi Cabang Boyolali, Heribertus Ari Budi, mengatakan pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurut dia, diperlukan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang memadai sejak usia dini.
"Kami ingin memastikan tumbuh kembang mereka berjalan baik sejak dini. Melalui program gizi berbasis protein hewani ini, setiap balita dipastikan mendapat dukungan gizi rutin guna menunjang tumbuh kembang yang sehat," kata Heribertus.
Ia mengatakan kehadiran Alfamidi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Perusahaan juga berupaya mengambil peran dalam mendukung kesehatan anak-anak yang berada di sekitar wilayah operasional toko.
Menurut Heribertus, pemenuhan protein hewani secara rutin menjadi salah satu perhatian dalam program tersebut. Bantuan telur diberikan agar keluarga penerima manfaat memiliki tambahan sumber protein yang dapat dikonsumsi anak selama masa pertumbuhan.
Orang Tua Sambut Bantuan Telur
Program tersebut mendapat sambutan positif dari orang tua balita penerima manfaat. Bantuan telur dinilai membantu keluarga dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak, terutama untuk memenuhi kebutuhan protein dalam menu sehari-hari.
Umi Hani, salah satu orang tua penerima manfaat asal Kelurahan Margodadi, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Alfamidi bersama pihak-pihak yang terlibat dalam program tersebut.
"Kami sangat berterima kasih kepada Alfamidi dan seluruh pihak yang terlibat. Bantuan telur ini sangat membantu kami dalam menyediakan makanan bergizi untuk anak setiap hari," kata Umi.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan anak, Umi menilai program tersebut turut meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya asupan protein dalam upaya mencegah stunting.
Menurut dia, keberlanjutan program semacam ini membuat orang tua semakin terdorong untuk memperhatikan pola makan dan kebutuhan gizi anak sejak dini.
Melalui program CSR Protein Cegah Stunting, Alfamidi berharap bantuan yang diberikan secara berkelanjutan dapat memberikan dampak nyata terhadap kesehatan balita di Kelurahan Margodadi.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak sekaligus mempersiapkan generasi muda yang lebih sehat di wilayah Seyegan, Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pascabencana
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Gempa M4,3 mengguncang Cianjur, Selasa (1/9/2026). Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi. BMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif.