Menhub: 130 Penumpang Virgo Transport 8 Masih Dicari Tim SAR
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang.
Suasana aksi unjuk rasa mahasiswa di Simpang Empat Gramedia, Kota Jogja, pada Selasa (1/9/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— DPD GRIB Jaya DIY membantah adanya mobilisasi anggota organisasi dalam kericuhan yang terjadi setelah aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja, Selasa (1/9/2026) malam.
Penegasan itu disampaikan Ketua DPD GRIB Jaya DIY Joko Widiarso menyusul beredarnya analisis aktor yang dipublikasikan Bidang Analisis dan Pergerakan Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) melalui akun Instagram resminya @sema_ugm.
Dalam unggahan tersebut, SEMA UGM mempublikasikan peta analisis aktor yang menyebut adanya keterlibatan organisasi masyarakat (ormas). Nama Waljito turut dicantumkan sebagai salah satu tokoh yang disebut berperan dalam mobilisasi.
Berdasarkan infografis yang diunggah SEMA UGM, nama Waljito ditempatkan pada Layer 2 sebagai koordinator dan aktor kunci. SEMA UGM mencantumkan jabatan Waljito sebagai Wakil Ketua DPD GRIB Jaya DIY.
Dalam analisis tersebut, Waljito disebut sebagai penggerak ormas dan mobilisator massa yang memicu aksi kontra-demonstrasi hingga berujung pada bentrokan fisik di lapangan.
Waljito kemudian memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya di lokasi. Ia mengatakan dirinya turun ke kawasan perempatan Gejayan dan Simpang Gramedia sebagai warga yang ingin mencegah bentrokan antara massa aksi dan warga.
Waljito mengklaim aksi demonstrasi berlangsung hingga malam dan mulai memunculkan keluhan dari warga maupun pengguna jalan. Kondisi tersebut, kata dia, berkaitan dengan lokasi aksi yang berada di sekitar Rumah Sakit Bethesda dan Panti Rapih.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah perwakilan warga sempat berupaya melakukan mediasi dengan massa aksi. Warga, menurutnya, meminta agar peserta aksi hanya menyampaikan tuntutan tanpa memperpanjang penutupan jalan.
Namun, upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. "Saya turun ke lokasi pure kapasitasnya sebagai warga masyarakat biasa, warga Jogja yang tidak ingin terjadi bentrokan antara peserta aksi dengan warga yang merasa terganggu," kata Waljito dalam klarifikasinya dikutip Sabtu (5/9/2026).
Ia menegaskan bahwa saat berada di lokasi, dirinya tidak mengenakan seragam ataupun atribut organisasi. Ia juga membantah kehadirannya merupakan bagian dari instruksi mobilisasi massa.
"Saya tidak menggunakan atribut DPD KSPSI maupun GRIB. Niat saya meredakan situasi, bukan membubarkan secara brutal. Jangan hanya melihat dari pencarian Google lalu disambung-sambungkan jadi narasi yang merusak karakter," lanjutnya.
Menurut Waljito, pencantuman jabatan organisasinya dalam analisis tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan tindakan atas nama GRIB DIY.
Ia menekankan bahwa kedatangannya ke lokasi didasari keinginan untuk mencegah bentrokan antara peserta aksi dan warga yang merasa aktivitas demonstrasi mengganggu lingkungan serta pengguna jalan. "Saya atas nama pribadi datang ke lokasi," ujarnya.
Ketua GRIB DIY Pastikan Tak Ada Mobilisasi
Ketua DPD GRIB Jaya DIY Eko Joko turut memberikan penegasan mengenai posisi organisasi terkait peristiwa di Simpang Gramedia.
Joko memastikan tidak ada instruksi dari DPD GRIB DIY untuk mengerahkan anggota dalam merespons aksi unjuk rasa maupun situasi yang berkembang di lokasi tersebut.
"Saya selaku Ketua GRIB DIY memastikan Waljito bergerak atas nama pribadi. Tidak ada membawa nama GRIB dan kami tidak memobilisasi teman-teman. Waljito hadir murni sebagai warga masyarakat," kata Joko Widiarso.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi dari DPD GRIB Jaya DIY terhadap tudingan mengenai keterlibatan organisasi dalam mobilisasi massa pada peristiwa yang terjadi di Simpang Gramedia.
Pernyataan Kampus
Sebelumnya Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga menjadi korban kekerasan saat mengikuti aksi demonstrasi terjadi kericuha di Simpang Gramedia Sudirman, Jogja. Mereka mengalami sejumlah luka, mulai dari lebam, memar, luka robek hingga trauma dan sesak napas, sehingga sempat mendapat perawatan di RS Panti Rapih.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, mengatakan terdapat enam mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan dalam aksi tersebut. Lima mahasiswa berasal dari UGM, sedangkan satu lainnya merupakan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Keenam mahasiswa tersebut sempat menjalani perawatan di RS Panti Rapih. Seluruhnya kemudian diperbolehkan pulang setelah lewat tengah malam dan kembali ke rumah masing-masing.
"Ada enam mahasiswa, lima mahasiswa dari UGM dan satu mahasiswa dari UNY yang kemarin akhirnya harus dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah jam setengah satu [malam] sudah pulang dan kembali ke rumah ya," kata Hempri di Gedung Pusat UGM pada Rabu (2/9/2026).
Tuntutan Demo
Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama berbagai elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Kota Jogja, Selasa (1/9/2026) sore hingga malam. Massa berjalan kaki dari UGM dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB dengan membawa sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah sekaligus tuntutan perubahan kepemimpinan nasional.
Perwakilan UGM, Mesa, mengatakan berbagai persoalan yang menjadi sorotan massa akhirnya mengerucut pada kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurut dia, banyaknya persoalan yang dinilai terjadi membuat massa memilih menyederhanakan tuntutan dengan menjadikan perubahan terhadap rezim sebagai tuntutan utama.
"Daripada kita punya banyak tuntutan mungkin bisa sampai 200 tuntutan, lebih baik disederhanakan karena akar permasalahannya yaitu satu: rezim hari ini," kata Mesa di sela aksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang.
Riwayat pembayaran kredit kini menjadi salah satu informasi yang diperhatikan lembaga jasa keuangan ketika menilai pengajuan pembiayaan. Data tersebut tercatat
PSIM Jogja tertahan di posisi ke-12 klasemen sementara Super League seusai kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Prakiraan cuaca Jogja dan DIY Senin 14 September 2026 didominasi berawan. Cek suhu dan kelembapan lima wilayah.
Warga Karangbendo Bantul menolak lokasi dapur MBG karena terlalu dekat dengan rumah dan khawatir aktivitas dini hari mengganggu.
Jadwal SIM Kulonprogo 14 September 2026 tersedia di MPP. Simak lokasi layanan, jam operasional, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.