Pemulihan SDN Kokap Pascalongsor Hampir Rampung, Siswa Ditargetkan Belajar Aman
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.
Ilustrasi korban kekerasan seksual./Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO— Siswi SMAN 1 Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum satpam sekolah disebut dalam kondisi baik dan tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
Pihak sekolah memastikan siswi tersebut tetap mendapat pendampingan setelah peristiwa dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada awal Agustus 2026. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kondisi korban tetap terpantau, termasuk dari sisi psikologis.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Sentolo, Yuni Asih, mengatakan korban langsung menyampaikan cerita kepadanya setelah kejadian tersebut.
Curhatan korban kemudian dicocokkan dengan rekaman CCTV sekolah. Dari pemeriksaan tersebut, pihak sekolah memastikan kejadian yang diceritakan korban memang sesuai dengan rekaman yang tersedia.
"Nah, setelah itu kan anak kami undang, kami ajak bicara dan terus kami dampingi. Terus anaknya biasa lagi, sudah biasa lagi. Karena anaknya itu kan ceria, mudah diberikan masukan, terus humble, bisa menerima dengan positif begitu," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).
Korban Tetap Aktif di Sekolah
Yuni memastikan siswi tersebut tetap masuk sekolah seperti biasa. Menurutnya, korban tidak mengalami trauma berat hingga membuatnya mengurung diri atau berhenti mengikuti aktivitas di sekolah.
Bahkan, korban kini dipercaya menjadi komandan peleton (danton) di sekolahnya. Aktivitas tersebut menjadi salah satu kegiatan yang tetap dijalani korban setelah peristiwa dugaan pelecehan seksual tersebut.
"Anaknya kan tidak pernah tidak masuk. Sampai hari ini masuk terus. Bahkan aktif latihan sebagai komandan peleton. Anaknya juga sering ke ruang BK, dua hari sekali datang untuk cerita dan curhat biasa," tambah Yuni.
Yuni menjelaskan ruang BK tetap menjadi tempat bagi korban untuk bercerita dan menyampaikan kondisi yang dirasakannya. Sekolah pun terus melakukan pendampingan terhadap siswi tersebut.
Sekolah Laporkan Satpam ke Perusahaan Outsourcing
Sementara itu, Yuni turut menjelaskan mengenai penanganan terhadap oknum satpam yang menjadi sorotan publik. Hal tersebut berkaitan dengan status tenaga keamanan di SMAN 1 Sentolo yang bukan merupakan karyawan langsung sekolah.
Menurut Yuni, tenaga keamanan di sekolah tersebut merupakan tenaga alih daya (outsourcing) yang berasal dari perusahaan penyedia jasa pihak ketiga. Karena itu, sekolah tidak memiliki kewenangan langsung untuk memberhentikan oknum tersebut secara sepihak.
Pihak sekolah, kata Yuni, telah melayangkan laporan resmi kepada perusahaan outsourcing yang bertanggung jawab agar dugaan kejadian tersebut ditindaklanjuti sesuai prosedur.
"Satpam tersebut bukan karyawan langsung dari sekolah, melainkan tenaga dari pihak ketiga atau outsourcing. Setelah kejadian, sekolah langsung melaporkan ke perusahaan penanggung jawab agar ditindaklanjuti sesuai prosedur penanganan mereka," pungkas Yuni.
Sebelumnya, peristiwa dugaan pelecehan seksual tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat luas. Sorotan muncul setelah adanya dugaan penanganan yang dinilai tidak cepat terhadap oknum satpam yang dilaporkan terkait kejadian tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.
Pemkab Sleman masih mengurus legalitas lahan seluas 5,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama di Seyegan.
Celios memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp565,03 triliun. Simak wilayah dan sektor terdampak.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
BGN mencatat realisasi anggaran MBG Rp165 triliun, menjangkau 58 juta penerima dan menyerap 1,03 juta tenaga kerja lokal.