Raperda KIP Jogja Buka Akses Warga ke Rencana Proyek Pemkot
Raperda KIP Jogja mengatur akses warga terhadap rencana proyek, perkiraan anggaran, kerja sama Pemkot, hingga pertimbangan keputusan pemerintah.
Gelaran WJNC 2024. - Foto dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) kembali digelar setelah absen pada 2025. Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemkot Jogja membidik sekitar 60.000 pengunjung sekaligus berharap kehadiran wisatawan memberikan dampak lebih panjang bagi sektor pariwisata dan masyarakat lokal.
Target tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan WJNC pada 2024 yang mencatat sekitar 50.000 pengunjung. Namun, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Lucia Daning Krisnawati, mengatakan jumlah pengunjung bukan satu-satunya ukuran keberhasilan WJNC.
“Target kami itu sekitar 60.000. Kalau yang tahun 2024 kan sekitar 50.000,” kata Daning, Senin (28/9/2026).
Menurut Daning, konsep WJNC tahun ini juga mengalami sejumlah perubahan. Selain lokasi penyelenggaraan yang berpindah dari kawasan Tugu Jogja ke Malioboro, rangkaian kegiatan diperpanjang selama beberapa hari.
WJNC Diharapkan Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan
Pemkot Jogja ingin puluhan ribu orang yang datang tidak sekadar memenuhi lokasi pertunjukan pada malam puncak. Wisatawan diharapkan tinggal lebih lama di Kota Jogja sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
“Bukan seberapa banyak yang hadir dan pengunjungnya, tetapi seberapa memberi dampaknya mereka hadir untuk pariwisata Kota Yogyakarta, untuk Length of Stay-nya. Yang cuma satu hari, dua hari bisa lebih lama lagi,” ujarnya.
Saat ini, Length of Stay atau rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Jogja masih berada di bawah dua hari. Dinpar menyebut rata-rata lama tinggal wisatawan pada 2025 berada di kisaran 1,77 hari.
Di sisi lain, rata-rata pengeluaran wisatawan sudah mencapai sekitar Rp2,3 juta. Pemkot Jogja berharap peningkatan lama tinggal turut mendorong belanja wisatawan selama berada di kota.
“Kalau sudah lama tinggalnya tercapai, pasti spending money-nya akan banyak. Mereka belanja, belanja, belanja,” katanya.
Dengan demikian, WJNC tidak hanya diarahkan menjadi agenda pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dapat memberikan dampak bagi pariwisata Kota Jogja.
WJNC ke-10 Usung Tema Gana Kalajaya
WJNC ke-10 tahun ini mengangkat tema Gana Kalajaya. Tema tersebut mengambil sosok Ganesha yang menjadi simbol kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan.
Pawai WJNC akan melibatkan 14 kemantren. Masing-masing akan menampilkan potensi seni dan budaya yang dimiliki wilayahnya.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, rangkaian WJNC tahun ini tidak hanya berlangsung pada malam puncak 7 Oktober. Kegiatan telah dimulai sejak 5 Oktober dengan aktivitas seni dan budaya.
Pada 6 Oktober, rangkaian acara dilanjutkan dengan pawai yang melibatkan berbagai komunitas dan unsur ekosistem Malioboro. Selanjutnya, pada 7 Oktober digelar Gelar Nuswantoro yang melibatkan kontingen dari sejumlah daerah.
Lucia mengatakan sejumlah pemerintah daerah telah mengonfirmasi keikutsertaan dalam Gelar Nuswantoro. Di antaranya Ponorogo, Brebes, dan DKI Jakarta.
Rangkaian tersebut kemudian berlanjut menuju malam puncak WJNC pada 7 Oktober.
“Semua itu harus berdampak pada masyarakat Kota Yogyakarta sendiri. Apakah dengan banyaknya, mungkin tembus 60.000, apakah sampai berdampak pada masyarakat lokal,” ujarnya.
HUT ke-270 Kota Jogja Diisi Banyak Agenda
Selain WJNC, sejumlah kegiatan lain juga disiapkan untuk memeriahkan HUT ke-270 Kota Jogja sepanjang Oktober.
Agenda tersebut meliputi YK Festisale yang berlangsung pada 1-31 Oktober, Simfoni 1001 Pembatik pada 3 Oktober, Malioboro Run pada 4 Oktober, Sarkemfest pada 5-31 Oktober, serta Kustomfest pada 10-11 Oktober.
Rangkaian perayaan kemudian ditutup dengan Otentik Fun Rally pada 23-24 Oktober. Kegiatan tersebut mengambil titik awal dari Balai Kota Jogja.
Daning mengatakan Otentik Fun Rally menjadi salah satu agenda baru dalam rangkaian perayaan tahun ini. Kegiatan tersebut akan menghadirkan mobil-mobil antik yang berkeliling Kota Jogja.
Menurut Daning, keberagaman agenda sepanjang Oktober membutuhkan keterlibatan berbagai komunitas. Peran tersebut dinilai penting agar kegiatan tidak hanya bergantung pada Dinas Pariwisata.
“Kalau kita mempunyai link, semua komunitas bergerak. Kalau hanya mengandalkan Dinas Pariwisata, enggak bisa,” kata Lucia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raperda KIP Jogja mengatur akses warga terhadap rencana proyek, perkiraan anggaran, kerja sama Pemkot, hingga pertimbangan keputusan pemerintah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.