Rendez-vous Rasa, Siswa SMK Budi Mulia Dua Belajar Kuliner dari Masterclass Prancis

Newswire
Newswire Selasa, 29 September 2026 19:47 WIB
Rendez-vous Rasa, Siswa SMK Budi Mulia Dua Belajar Kuliner dari Masterclass Prancis

Sebanyak 11 siswa SMK Budi Mulia Dua mengikuti masterclass kuliner Prancis bersama chef profesional dalam program Rendez-vous Rasa.

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 11 siswa kelas 12 SMK Budi Mulia Dua mendapat kesempatan mempelajari kuliner khas Prancis secara langsung dari chef profesional melalui program program Rendez-vous Rasa, Selasa (29/9/2026). Pembelajaran tersebut berlangsung melalui program masterclass hasil kolaborasi Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta, Kedutaan Besar Prancis, Mediterranea & Massama Restaurant, dan SMK Budi Mulia Dua.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik bersama Chef Camille dari Mediterranea Restaurant. Mereka belajar mulai dari memilih bahan berkualitas, menerapkan teknik pengolahan, hingga membuat dan menyajikan hidangan pie khas Prancis.

Guru SMK Budi Mulia Dua, Aulia Nurizzah Rahmajati, mengatakan kolaborasi dengan IFI Yogyakarta menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal kebudayaan Prancis, khususnya melalui bidang kuliner.

Menurutnya, Prancis dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dunia. Karena itu, siswa diajak mengenal budaya tersebut secara lebih dekat melalui pengalaman belajar bersama praktisi.

"Sekolah sangat senang dan antusias karena anak-anak belajar budaya baru dan berinteraksi langsung dengan profesional. Chef Camille yang hadir merupakan chef dari Restoran Mediterranea. Para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga pengalaman berharga," ujar Aulia saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Materi Kuliner Prancis Sudah Masuk Kurikulum

Aulia menjelaskan materi kuliner Prancis sebenarnya telah diakomodasi dalam kurikulum sekolah melalui mata pelajaran Masakan Kontinental. Salah satu materi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut adalah Tarte Tatin.

Menu Tarte Tatin masuk dalam kategori hot dessert atau hidangan penutup hangat. Hidangan tersebut juga dapat disajikan dalam kondisi dingin bersama es krim sekaligus mengombinasikan teknik pastry bakery.

Masterclass tersebut diikuti 11 siswa kelas 12, termasuk dua siswa berkebutuhan khusus (ABK). Dalam praktiknya, sekolah menerapkan sistem teamwork dan tutor sebaya di setiap station.

"Kami menerapkan sistem teamwork dan tutor sebaya di setiap station untuk melatih kemandirian serta kerja sama tim. Kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang," tambahnya.

Bagian dari Diplomasi Gastronomi Prancis-Indonesia

Asisten Direksi IFI Yogyakarta, Inta Fitriya Devi, mengatakan masterclass tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Rendez-vous Rasa yang telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat.

Program tersebut menjadi wadah diplomasi budaya melalui diplomasi gastronomi antara Prancis dan Indonesia. Melalui kegiatan itu, gastronomi Prancis diperkenalkan sekaligus dipertemukan dengan kekayaan kuliner Nusantara.

"Harapan kami melalui kolaborasi ini, gastronomi internasional khususnya Prancis dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat, bersanding dengan kekayaan gastronomi Nusantara," tutur Devi.

Devi mengatakan Tarte Tatin dipilih dalam kegiatan tahun ini karena hidangan pie cukup populer di Indonesia. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan relatif mudah didapat sehingga teknik pembuatannya diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi para siswa di masa depan.

Rangkaian Rendez-vous Rasa tahun ini tidak hanya menyasar institusi pendidikan. Sekitar 15 hotel dan restoran di Jogja juga dilibatkan melalui program Menu a la Francaise untuk menyajikan sajian otentik khas Prancis kepada masyarakat luas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online