DBD di Jogja Tercatat 83 Kasus, Warga Diminta Waspada

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 09 Oktober 2026 15:47 WIB
DBD di Jogja Tercatat 83 Kasus, Warga Diminta Waspada

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat 83 kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari hingga awal Oktober 2026. Meski jumlah kasus masih di bawah 100, masyarakat diminta meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mengantisipasi potensi kenaikan kasus menjelang musim hujan.

Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, dr. Endang Sri Rahayu, mengatakan laporan DBD saat ini relatif rendah. Kondisi tersebut turut membuat kebutuhan pengasapan atau fogging dapat ditekan.

“Untuk sementara memang masih jarang laporan kasus, fogging juga sangat-sangat bisa kita tekan. Sampai hari ini dari Januari sekitar 83 kasus DBD. Jadi masih di bawah 100,” katanya, Jumat (9/10/2026).

Endang berharap jumlah kasus DBD di Kota Jogja tetap terkendali hingga memasuki musim penghujan. Dia menyebut angka kasus terendah yang pernah tercatat dalam setahun berada di kisaran 87 kasus.

Jogja Wilayah Endemis DBD, PSN Perlu Dilakukan Sepanjang Tahun

Endang menjelaskan Kota Jogja merupakan wilayah endemis DBD sehingga upaya pencegahan tidak cukup dilakukan ketika kasus mulai meningkat. Masyarakat perlu menjaga lingkungan secara konsisten, terutama menjelang musim hujan ketika perubahan cuaca dan bertambahnya genangan air berpotensi memperluas tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Salah satu langkah yang didorong Dinkes Kota Jogja adalah gerakan 3M Plus. Gerakan ini mencakup menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Pemeriksaan lingkungan juga perlu menjangkau tempat-tempat yang kerap luput dari perhatian. Dinkes mengingatkan masyarakat untuk memeriksa talang air, wadah minum hewan, serta penampungan air pada dispenser dan kulkas.

Selain PSN, Dinkes Kota Jogja turut memantau pemanfaatan nyamuk ber-Wolbachia sebagai salah satu pendekatan untuk membantu menekan penularan DBD. Berdasarkan perkembangan terakhir yang disampaikan Endang, sekitar 87% nyamuk yang dipantau telah mengandung Wolbachia.

Puskesmas Mantrijeron Catat 22 Kasus DBD

Di tingkat wilayah, Kepala Puskesmas Mantrijeron, Eny Purdiyanti, menyebut terdapat 22 kasus DBD di wilayah kerjanya. Puskesmas terus mengingatkan warga agar menjalankan PSN secara rutin, baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar.

Menurut Eny, genangan air menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam pencegahan DBD. Pasalnya, nyamuk dapat berkembang biak pada air yang tergenang sehingga pemeriksaan lingkungan perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Karena itu, pemeriksaan lingkungan perlu mencakup tempat-tempat yang berpotensi menampung air, bukan hanya keberadaan sampah,” katanya.

Dengan demikian, upaya pencegahan tidak cukup hanya membersihkan sampah yang terlihat. Warga juga perlu memastikan tidak ada wadah atau bagian lingkungan yang menampung air dan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Waspadai Demam Tinggi Mendadak, Jangan Tunda Pemeriksaan

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi yang muncul secara mendadak. Langkah ini penting agar kondisi kesehatan dapat diperiksa dan ditangani sesuai kebutuhan.

Eny juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada hari keempat hingga kelima demam. Pada fase tersebut, kondisi pasien dapat memburuk sehingga pemantauan kesehatan menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Dengan jumlah kasus yang tercatat sebanyak 83 sejak awal tahun hingga awal Oktober 2026, Dinkes Kota Jogja berharap pencegahan melalui PSN tetap berjalan secara konsisten. Perhatian terhadap genangan air, penerapan 3M Plus, serta pemeriksaan dini ketika mengalami gejala menjadi bagian penting dari upaya mengendalikan DBD menjelang musim hujan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online