Sleman Kekurangan 287 Guru, Rekrutmen CPNS Belum Pasti

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Jum'at, 09 Oktober 2026 17:27 WIB
Sleman Kekurangan 287 Guru, Rekrutmen CPNS Belum Pasti

Ilustrasi anak-anak berangkat ke sekolah/Dibuat menggunakan AI

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman mencatat kekurangan 287 guru untuk jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Kekurangan tersebut mencakup guru kelas SD serta guru berbagai mata pelajaran di SMP.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, mengatakan kebutuhan guru kelas SD yang belum terpenuhi mencapai 122 orang per Juli 2026.

Sementara itu, kekurangan guru SMP terdiri atas 34 guru Bahasa Indonesia, 30 guru matematika, 27 guru IPS, 26 guru informatika, 20 guru Bimbingan Konseling (BK), 18 guru agama, serta 10 guru muatan lokal.

Data tersebut memperlihatkan kekurangan tenaga pendidik terjadi pada sejumlah jenjang dan bidang pelajaran. Salah satu kendala pemenuhan kebutuhan itu adalah belum dapat dilakukannya pengangkatan tenaga pendidik baru, sedangkan jumlah guru yang memasuki masa pensiun terus bertambah.

Disdik Sleman Upayakan Pemerataan Guru

Untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik, Disdik Sleman berupaya melakukan redistribusi atau pemerataan guru antarsekolah. Melalui langkah ini, guru yang jumlahnya berlebih di suatu sekolah dapat ditempatkan di sekolah lain yang masih kekurangan tenaga pendidik.

Disdik Sleman juga membuka kemungkinan mutasi guru antardaerah apabila memperoleh izin. Namun, pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan tenaga pendidik dan mekanisme pemindahan yang berlaku.

Selain pemerataan dan mutasi, Disdik Sleman menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi untuk melibatkan mahasiswa kependidikan dalam kegiatan praktik pendidikan di sekolah.

Penjajakan telah dilakukan dengan Universitas Sanata Dharma (USD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan UIN Sunan Kalijaga. Disdik juga merencanakan penjajakan dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Meski demikian, kerja sama tersebut belum terealisasi. Masing-masing perguruan tinggi masih perlu menyiapkan program sekaligus menyesuaikannya dengan ketentuan internal.

Mahasiswa Diproyeksikan Praktik di Sekolah pada 2027

Dwi Warni berharap penjajakan dengan perguruan tinggi dapat menunjukkan perkembangan pada semester berikutnya, yang diperkirakan mulai Januari 2027.

Mahasiswa yang nantinya terlibat diproyeksikan menjalani praktik kependidikan di bawah pengawasan guru. Mereka tidak berstatus sebagai pegawai yang secara resmi menggantikan tenaga pendidik.

Skema tersebut menjadi salah satu upaya yang dijajaki Disdik Sleman untuk mendukung kegiatan pendidikan di sekolah di tengah keterbatasan jumlah guru. Namun, realisasinya masih menunggu kesiapan program dari perguruan tinggi yang diajak bekerja sama.

Kepastian Rekrutmen Guru CPNS Masih Ditunggu

Di sisi lain, Disdik Sleman mengaku belum memperoleh kepastian mengenai waktu pembukaan rekrutmen guru melalui jalur calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Dwi Warni mengatakan pihaknya telah mengusulkan kebutuhan guru kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan. Namun, hingga Jumat (9/10/2026), belum ada kepastian mengenai waktu rekrutmen tersebut.

“Kami sudah mengusulkan kebutuhan guru ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan,” kata Dwi Warni saat ditemui di kantornya, Jumat (9/10/2026).

Dengan kondisi tersebut, Disdik Sleman masih mengandalkan sejumlah langkah, mulai dari pemerataan guru antarsekolah, kemungkinan mutasi antardaerah, hingga penjajakan kerja sama dengan perguruan tinggi. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan melalui rekrutmen CPNS masih menunggu kepastian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online