BPPTKG Uji Sirine EWS Merapi dan Aplikasi Smart di Klaten

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Senin, 12 Oktober 2026 18:37 WIB
BPPTKG Uji Sirine EWS Merapi dan Aplikasi Smart di Klaten

Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi/Antara

Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menguji sirine Early Warning System (EWS) di Kali Talang, Desa Balerante, Kemalang, Klaten, pada Kamis (8/10/2026). Pengujian ini dilakukan bersamaan dengan simulasi evakuasi warga lereng Gunung Merapi untuk memastikan operasional sistem peringatan dini dan prosedur evakuasi berjalan sesuai ketentuan.

Selain menguji sirine, BPPTKG juga melakukan pengujian aplikasi System for Merapi Alert (Smart), yang berfungsi sebagai sirine peringatan melalui gawai warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menguji kesiapan perangkat peringatan dini sebelum diserahkan kepada Bupati Klaten.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan simulasi di Balerante melibatkan 200 orang yang terdiri atas warga, peserta pelatihan, tim pendamping, dan panitia.

"Simulasi evakuasi tersebut sekaligus menguji operasional sirine dan SOP terkait sebelum diserahkan kepada Bupati Klaten," terang Agus dikutip pada Senin (12/10/2026).

Simulasi Evakuasi Libatkan 100 Warga Balerante
Simulasi evakuasi di kawasan Kali Talang melibatkan 100 warga Balerante. Selain itu, terdapat 60 peserta pelatihan, 20 orang tim pendamping dari Basarnas, dan 20 orang panitia BPBD.

Bersamaan dengan simulasi tersebut, diselenggarakan rapat koordinasi Forum Lingkar Merapi serta penandatanganan standar operasional prosedur (SOP) pembunyian sirine awan panas Gunung Merapi.

Pengujian operasional sirine dan SOP menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk mendukung kesiapan peringatan dini bahaya Gunung Merapi. Prosedur tersebut juga diuji sebelum perangkat dan ketentuan terkait diserahkan kepada Bupati Klaten.

BPPTKG Uji Aplikasi Smart sebagai Sirine Peringatan di Gawai
Selain perangkat sirine EWS yang berada di Kali Talang, BPPTKG menguji aplikasi System for Merapi Alert (Smart). Aplikasi tersebut berfungsi sebagai sirine peringatan yang dapat diterima melalui gawai warga.

Agus menegaskan pengujian aplikasi Smart dilaksanakan dalam kesempatan yang sama dengan simulasi evakuasi di Balerante.

"Dalam kesempatan yang sama, BPPTKG juga menguji aplikasi SMART yang berfungsi sebagai sirine peringatan pada gawai warga," tegasnya.

Pengujian kedua sistem tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya Gunung Merapi, dengan simulasi evakuasi sebagai bagian dari pengujian operasional peringatan dini.

Pelatihan Penyelamatan Digelar pada 5-7 Oktober 2026
Sebelum simulasi evakuasi pada 8 Oktober 2026, pelatihan penyelamatan di hutan gunung telah diselenggarakan pada 5-7 Oktober 2026 di Kalitalang, Balerante, Kemalang.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Basarnas Surakarta dan BPBD Klaten. BPPTKG turut memberikan dukungan dalam pelatihan tersebut, terutama terkait peringatan dini bahaya Gunung Merapi.

"Supporting dalam pelatihan simulasi yang dilakukan sebelumnya 7 Oktober 2026 dan juga berperan dalam simulasi evakuasi pada bagian peringatan dini bahaya Gunung Merapi," katanya.

Rangkaian pelatihan, simulasi evakuasi, pengujian sirine EWS, dan aplikasi Smart tersebut menjadi bagian dari kegiatan untuk menguji kesiapan sistem peringatan dini serta prosedur evakuasi di kawasan lereng Gunung Merapi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online