DPRD Jogja Minta Event Wisata Digelar Rutin, Bukan Hanya di Destinasi Populer
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.
Ilustrasi ketela pohon - ist/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Ubi jalar varietas Bima Pasru yang dibudidayakan petani di Bulak Kasuran, Margodadi, Seyegan, Kabupaten Sleman, mencatat produktivitas 27,8 ton per hektare berdasarkan hasil pengubinan. Hasil tersebut menunjukkan potensi pengembangan komoditas ubi jalar sebagai salah satu alternatif tanaman pangan lokal.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Liem Astuti, mengatakan ubi jalar tersebut dibudidayakan Ngadirin, anggota Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur, dengan menggunakan 3.200 stek.
“Hasil perhitungan ubinan menunjukkan potensi produktivitas yang cukup baik untuk pengembangan komoditas tersebut di wilayah Seyegan,” katanya, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, produktivitas 27,8 ton per hektare setara dengan perkiraan produksi 2,78 ton dari lahan seluas 1.000 meter persegi. Pengubinan dilakukan untuk memperkirakan hasil panen sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap potensi produksi lahan pertanian.
Liem menjelaskan penanaman ubi jalar Bima Pasru menjadi salah satu upaya untuk mengukur produktivitas lahan, mendukung ketahanan pangan, dan mengembangkan komoditas pertanian lokal.
Menurutnya, ubi jalar dapat menjadi alternatif tanaman pangan bagi petani di Sleman. DP3 Kabupaten Sleman melalui penyuluh pertanian juga memberikan pendampingan, mulai dari penerapan teknik budidaya, pengelolaan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga pemanenan.
Melalui pengukuran produktivitas dan pendampingan tersebut, pengembangan ubi jalar Bima Pasru di Seyegan diharapkan dapat meningkatkan potensi produksi pangan lokal sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.
Pengubinan jadi dasar evaluasi budidaya
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilayah Margodadi, Subiyanto, menjelaskan pengubinan dilakukan dengan mengambil sampel tanaman dari sebagian area pertanaman. Sampel yang dipanen kemudian dibersihkan dan ditimbang untuk memperkirakan produktivitas dalam satuan ton per hektare.
“Ubi jalar yang berada di dalam kotak sampel tersebut dipanen, kemudian dibersihkan dan ditimbang. Hasil timbangan dari sampel inilah yang selanjutnya dihitung menggunakan rumus tertentu untuk mendapatkan perkiraan hasil dalam satuan ton per hektare,” katanya.
Dalam pengubinan di Bulak Kasuran, petugas mengambil sampel dari dua lokasi. Hasil penimbangan kedua sampel tersebut kemudian dirata-rata untuk menghitung perkiraan produktivitas lahan.
Subiyanto mengatakan hasil pengubinan dapat menjadi bahan evaluasi bagi petani dan penyuluh untuk meninjau teknik budidaya, penggunaan pupuk, pemilihan varietas, hingga metode pengairan. Data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memetakan potensi komoditas pangan di tingkat daerah.
Ubi Bima Pasru dinilai punya peluang pasar
Selain produktivitasnya, ubi jalar Bima Pasru dinilai memiliki karakteristik yang berpotensi menarik minat pasar. Menurut Subiyanto, varietas tersebut mempunyai tekstur dan cita rasa legit yang dinilai menyerupai ubi Cilembu.
Karakteristik itu dinilai membuka peluang pengembangan Bima Pasru sebagai komoditas pangan bernilai ekonomi. Varietas tersebut juga disebut memiliki potensi untuk bersaing di pasar ekspor.
Dari sisi perbenihan, Subiyanto menyebut bibit dan benih Bima Pasru telah didaftarkan serta tersedia secara resmi sebagai benih tanaman umbi bersertifikat bagi petani.
Pengembangan varietas ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi petani dalam mengembangkan komoditas pangan lokal. Hasil pengubinan, pendampingan teknis, dan evaluasi budidaya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melihat potensi pengembangannya di wilayah Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.
Wacana pembagian HP gratis sebagai bansos dikritik ekonom. Kebijakan itu dinilai berisiko membebani APBN dan tidak menyasar akar masalah.
Rektor IPB Alim Setiawan Slamet mendatangi Istana Kepresidenan di tengah kabar pelantikan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.
Kemenkes mencatat 1,6 juta orang dicurigai mengalami gangguan penglihatan dari 34 juta peserta pemeriksaan mata program CKG.
Satyawan Pudyatmoko tiba di Istana Kepresidenan di tengah isu pelantikan pejabat dan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional.
Pemkab Magelang menanggung biaya pengobatan korban dugaan keracunan es buah. Sebanyak 167 warga dilaporkan telah masuk rumah sakit.