Pemkab Gunungkidul Kaji Investasi Sekolah Berasrama Rp44,2 Miliar

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 17 Oktober 2026 10:17 WIB
Pemkab Gunungkidul Kaji Investasi Sekolah Berasrama Rp44,2 Miliar

Suasana pemaparan peluang investasi di Gunungkidul dalam kegiatan temu bisnis dengan investor yang digelar di Hotel Santika di Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (15/10). Harian Jogja/David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menawarkan dua peluang investasi potensial kepada investor, yakni pembangunan pabrik obat herbal untuk ekspor dan sekolah berasrama. Kedua proyek tersebut masuk dalam kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO) 2026 dengan nilai investasi masing-masing Rp89,8 miliar dan Rp44,2 miliar.

Peluang investasi itu diperkenalkan melalui kegiatan temu bisnis yang digelar Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul di Hotel Santika Gunungkidul, Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (15/10/2026).

Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menarik investor agar bersedia menanamkan modal di Bumi Handayani.

“Ini salah satu upaya kami untuk menggaet investor agar mau menanamkan modalnya di Gunungkidul,” kata Aldian, Kamis siang.

Dia menjelaskan, puluhan investor diundang dalam kegiatan tersebut. DPMPTSP juga memaparkan peluang investasi yang telah disiapkan melalui kajian IPRO tahun ini.

Pabrik obat herbal disiapkan untuk pasar ekspor

Aldian menjelaskan kajian investasi 2026 telah diselesaikan. Berbeda dengan kajian pada 2025 yang berfokus di sepanjang Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tahun ini peluang investasi menyasar Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin, dan KPI Mijahan, Semanu.

Berdasarkan kajian IPRO, KPI Candirejo di Semin diarahkan untuk pengembangan pabrik fitofarmaka atau obat-obatan herbal yang ditujukan untuk pasar ekspor.

Proyek tersebut membutuhkan lahan seluas 7.218 meter persegi dengan nilai investasi mencapai Rp89,8 miliar. Lokasi lahan untuk pengembangan pabrik juga disebut telah tersedia.

“Lokasi lahannya juga sudah ada, dengan estimasi harga Rp1,5 juta per meter perseginya,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata ini.

Sekolah berasrama jadi peluang investasi pendidikan

Peluang kedua berada di sektor pendidikan dengan lokasi pengembangan di KPI Mijahan, Semanu. Berdasarkan kajian IPRO, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk memperkuat sektor pendidikan karena telah terdapat kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Pengembangan investasi di kawasan itu salah satunya dapat berupa sekolah berasrama atau boarding school.

“Yang dikembangkan bisa berbentuk boarding school atau sekolah berasrama,” katanya.

Aldian menyebut pengembangan sektor pendidikan di KPI Mijahan membutuhkan lahan sekitar 1,8 hektare. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp44,2 miliar.

“Makanya dengan kajian ini, kami undang praktisi pendidikan mulai dari Amikom dan lainnya untuk hadir dalam temu bisnis,” katanya.

Pemkab berharap investasi berdampak pada kesejahteraan

Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta, mendukung langkah DPMPTSP menggelar temu bisnis dengan calon investor. Kegiatan tersebut dinilai sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan nilai investasi di Gunungkidul yang tumbuh dengan baik setiap tahun.

Melalui temu bisnis itu, pemerintah daerah berharap terbangun komunikasi dan kolaborasi antara pelaku usaha, perusahaan besar, asosiasi bisnis, serta lembaga pendukung investasi.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mempromosikan potensi dan peluang investasi di Gunungkidul. Selain itu, investor diharapkan memperoleh informasi terperinci mengenai proyek investasi siap ditawarkan melalui skema IPRO sehingga muncul minat untuk menanamkan modal di wilayah tersebut.

“Ini sebagai langkah untuk menawarkan peluang investasi kepada investor lewat kajian yang telah disusun. Tentunya dengan makin meningkatnya penanaman modal, juga berdampak terhadap peningkatan PDRB hingga kesejahteraan masyarakat,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online