Musda LDII Sleman Soroti SDM Profesional Religius dan Kepedulian Lingkungan

Sunartono
Sunartono Sabtu, 17 Oktober 2026 14:47 WIB
Musda LDII Sleman Soroti SDM Profesional Religius dan Kepedulian Lingkungan

Bupati Sleman Harda Kiswaya saat membuka Musda LDII Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Sabtu (17/10/2026). /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN— Penguatan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan religius menjadi fokus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sleman dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (17/10/2026). Forum lima tahunan tersebut menjadi ajang merumuskan program kerja organisasi sekaligus memperkuat kontribusi bagi pembangunan daerah.

Musda yang dihadiri ratusan peserta dan sejumlah tokoh itu juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, pemberantasan korupsi, serta keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial.

Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman, Suwarjo, mengatakan kondisi masyarakat Sleman yang heterogen, ditambah keberadaan puluhan perguruan tinggi, menuntut organisasi untuk adaptif dalam menyusun program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

"Maka musyawarah daerah Pimpinan Daerah LDII Kabupaten Sleman tahun 2026 ini merupakan penguatan SDM profesional religius untuk mendukung visi Kabupaten Sleman, mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban," ungkap Suwarjo.

Ia menjelaskan pembinaan umat di LDII dilakukan secara berjenjang, mulai dari usia dini, remaja, hingga usia lanjut. Upaya tersebut diarahkan untuk melahirkan generasi yang berakhlak mulia.

Perkuat Program Lingkungan

Ketua LDII DIY, Atus Syahbudin, mengapresiasi kiprah pengurus DPD LDII Kabupaten Sleman, terutama dalam mengembangkan program kepedulian terhadap lingkungan.

Atus mengenang pelaksanaan Musda lima tahun sebelumnya di tempat yang sama. Menurutnya, salah satu capaian yang patut diapresiasi adalah pengembangan Kampung Iklim Utama Sleman serta keikutsertaan dalam program lingkungan yang disebutnya memiliki jangkauan global.

"Alhamdulillah sukses buat Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman melaporkan. Pimpinan Daerah Sleman ini berhasil mengkreasi Kampung Iklim Utama Sleman, dan saat ini juga sukses diuji maju di program yang terlaksana di tingkat global, paling tinggi yaitu program Lestari," ujar Atus Syahbudin.

Selain program tersebut, Atus mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, upaya itu juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, semangat go green, dan penanganan pemanasan global.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi kontribusi LDII dalam memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat luas. Ia menilai nilai-nilai kebaikan yang diajarkan organisasi keagamaan dapat membantu pemerintah membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Bupati juga menegaskan komitmennya untuk menolak korupsi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta transparan.

"Tadi juga Mas Atus senyum, di LDII ora praktek korupsi, matur nuwun sanget. Lembaga-lembaga semacam ini memang juga seperti contoh. Saya selaku bupati ini, saya paling depan untuk menolak korupsi," tegas Bupati Sleman.

Selain integritas pemerintahan, Bupati menyoroti pentingnya mengelola keberagaman suku, agama, dan budaya di Sleman. Sikap saling menghormati dan penerapan nilai-nilai kebaikan dinilai penting untuk mewujudkan visi Kabupaten Sleman sebagai masyarakat yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

Persoalan Sosial

Anggota DPR RI, Singgih Januratmoko, turut menyampaikan pesan kepada generasi penerus LDII agar tidak hanya mengembangkan kualitas diri, tetapi juga berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Ia mencontohkan keterlibatan dalam pemberdayaan masyarakat yang menghadapi kemiskinan serta pendampingan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian.

"Saya mengharapkan generasi penerus LDII menjadi warga yang baik secara personal, juga menjadi bagian dari solusi bagi persoalan masyarakat. Kalau ada persoalan kemiskinan, ikut memikirkan pemberdayaannya. Kalau ada anak-anak yang membutuhkan pendampingan, ikut hadir memberikan perhatian," ujarnya.

Melalui Musda VIII tersebut, DPD LDII Sleman diharapkan menghasilkan kepengurusan baru yang solid dan program kerja inovatif untuk lima tahun ke depan. Program-program itu diharapkan mendukung kemajuan umat sekaligus pembangunan Kabupaten Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online