Pilur di 31 Kalurahan, DPRD Gunungkidul Minta Warga Cerdas Memilih
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan latihan instruktur dan kursus pelatih II GP Ansor, Banser dan MDS) Rijalul Ansor di SPN Selopamioro, Imogiri, Kabupaten Bantul, Sabtu (14/2/2026). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak kader Ansor, Banser, dan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor terlibat aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memperkuat kolaborasi dengan kepolisian. Pesan itu disampaikan saat membuka latihan instruktur dan kursus pelatih II GP Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor di Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro, Imogiri, Kabupaten Bantul, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi awal rangkaian pelatihan berskala nasional yang diikuti sekitar 6.000 peserta Banser dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama tiga hari ke depan. Forum ini diproyeksikan menjadi model pelatihan yang akan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Kapolri, materi pelatihan Ansor dan Banser diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader agar semakin siap menghadapi dinamika tantangan sosial, termasuk mendukung berbagai program strategis pemerintah.
"Pemerintah memiliki berbagai program strategis yang membutuhkan dukungan semua elemen bangsa, termasuk keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ansor dan Banser diharapkan tidak hanya berperan menjaga kondusivitas, tetapi juga terlibat dalam pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat," katanya.
Kapolri juga menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian, dari tingkat pusat hingga daerah, untuk memperkuat sinergi dengan Ansor, Banser, dan jaringan Nahdlatul Ulama (NU). Para kader diminta menjalin komunikasi aktif dengan Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek di wilayah masing-masing sebagai bentuk koordinasi nyata dalam menjaga kamtibmas.
"Pesan saya setelah ikut dalam pelatihan ini semua kader dan lembaga otonom NU kenal dengan Kapolda, Kapolres dan Kapolsek di wilayah masing-masing," ujarnya.
Ketua Umum Ansor Addin Jauharudin menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi pintu awal penguatan instruktur dan pelatih Ansor, Banser, serta kelompok sahabat keagamaan di jalur Ansor. Ia menargetkan lahirnya kader-kader yang militan, solid, dan mampu menjawab tantangan kebangsaan.
Addin menilai hubungan kelembagaan antara Ansor, Banser, dan kepolisian perlu terus diperkuat, tidak hanya dalam isu keamanan, tetapi juga dalam berbagai agenda sosial lainnya.
"Tentu kemanfaatan hubungannya sangat banyak. Kader nanti bisa berkolaborasi soal kebencanaan, pengembangan sumber daya manusia, lalu lintas dan soal yang lain-lainnya," pungkas dia.
Sinergi Ansor dan Banser dengan kepolisian diharapkan semakin konkret dalam mendukung stabilitas kamtibmas, respons kebencanaan, hingga penguatan ekonomi masyarakat di berbagai daerah, seiring implementasi program strategis pemerintah yang memerlukan kolaborasi lintas elemen bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya