Prakiraan Cuaca DIY Kamis 29 Oktober, Sleman Berpotensi Hujan Petir
Prakiraan cuaca DIY Kamis, 29 Oktober 2026, meliputi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah. Simak suhu dan kelembapannya.
.Yu Beruk, Sumisih Yuningsih. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar duka kembali menyentak dunia seni tradisi Yogyakarta. Maestro yang akrab disapa Yu Beruk, Sumisih Yuningsih, wafat pada Sabtu (14/2/2026) pukul 08.00 WIB, meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan seni budaya di Kota Gudeg.
Kepergian Yu Beruk menjadi kehilangan besar bagi keluarga, murid, dan komunitas seni tradisi Yogyakarta yang selama ini merasakan sentuhan dedikasinya. Di mata para pegiat seni, ia bukan sekadar seniman, melainkan sosok ibu yang membimbing, mengayomi, sekaligus menanamkan nilai ketekunan kepada generasi penerus.
Semasa hidupnya, Sumisih Yuningsih dikenal sebagai pribadi sederhana yang konsisten menjaga marwah tradisi. Ia aktif membina perajin serta mengembangkan karya di Sanggar Busana Nawangsih, Mantrijeron, sebuah ruang kreatif yang tumbuh menjadi pusat pembelajaran seni busana tradisional. Dari tempat inilah beragam karya lahir dan memperkaya khazanah seni budaya Yogyakarta.
Informasi wafatnya Yu Beruk disampaikan oleh pihak keluarga. Dalam pesan yang diterima, keluarga memohon doa agar seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT, segala khilaf diampuni, dan beliau memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
Jenazah rencananya dimakamkan pada Sabtu (14/2/2026) ba’da Ashar. Rumah duka berada di Sanggar Busana Nawangsih, Dukuh, Mantrijeron, sementara prosesi pemakaman dilaksanakan di Makam Dongkelan, lokasi yang juga menjadi bagian dari perjalanan hidupnya di Yogyakarta.
Bagi kalangan seniman tradisi Yogyakarta, Yu Beruk adalah simbol ketelatenan dan kesetiaan pada akar budaya. Ia menunjukkan bahwa merawat tradisi bukan hanya menjaga bentuk lahiriah, melainkan memelihara makna, nilai, dan roh kebudayaan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Semangat serta dedikasinya diyakini terus berdenyut melalui murid-murid dan karya yang pernah ia rintis, yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam dinamika seni tradisi Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Kamis, 29 Oktober 2026, meliputi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah. Simak suhu dan kelembapannya.
NASA menyoroti karhutla Papua yang meningkatkan polusi dan emisi karbon. BNPB mencatat 2.393 hektare lahan terbakar hingga 28 Oktober 2026.
DPRD Jogja meminta Pemkot memprioritaskan program masyarakat dalam anggaran 2027 menyusul penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
Ekonomi Kulon Progo tumbuh 5,4% pada triwulan II. Pemkab memperkuat sektor pertanian dan UMKM agar kesejahteraan warga meningkat.
Harga lahan industri Cikarang menembus Rp3,5 juta per meter persegi pada kuartal III/2026. Lonjakan dipicu minat investasi data center.
Singapura memanggil 10 perusahaan terkait karhutla di Indonesia dan menyiapkan amendemen UU Pencemaran Asap Lintas Batas untuk memperkuat penegakan hukum.