Edukasi Konsumsi Protein Ayam dan Telur Lewat Chicken and Egg Run 2026

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 10:17 WIB
Edukasi Konsumsi Protein Ayam dan Telur Lewat Chicken and Egg Run 2026

PINSAR Indonesia menggelar Chicken and Egg Run 2026 di Jogja untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi protein ayam dan telur. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Konsumsi daging ayam dan telur di Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR Indonesia) menggelar Chicken and Egg Run 2026 di kawasan Benteng Vredeburg, Jogja, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 3.000 peserta itu tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana edukasi mengenai pentingnya protein hewani bagi masyarakat, terutama anak-anak dan generasi mendatang.

Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kementerian Koperasi, Koko Haryono, mengapresiasi inisiatif PINSAR Indonesia dalam mengampanyekan peningkatan konsumsi protein hewani.

Menurut Koko, upaya meningkatkan konsumsi ayam dan telur perlu diiringi penguatan kelembagaan peternak. Koperasi dinilai dapat berperan membangun ekosistem usaha yang menghubungkan kegiatan peternakan dari hulu hingga hilir.

"Kami mengapresiasi penuh kegiatan kampanye ini. Koperasi dapat menjadi ekosistem yang memperkuat peternak dari hulu ke hilir. Kami dari Kementerian Koperasi siap mendukung tata kelolanya hingga akses pembiayaan. Kami berharap PINSAR juga terus terhubung dengan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih," tutur Koko yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dukungan tersebut mencakup penguatan tata kelola koperasi hingga akses pembiayaan bagi peternak. Koko juga berharap PINSAR Indonesia terus menjalin keterhubungan dengan program strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Ketua Umum PINSAR Indonesia, Singgih Januratmoko, mengatakan konsumsi daging ayam di Indonesia saat ini berkisar 14–15 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, konsumsi telur tercatat sekitar 23 kilogram per kapita per tahun.

Angka tersebut masih di bawah Malaysia. Di negara tetangga itu, konsumsi daging ayam mencapai 25–30 kilogram per kapita per tahun, sedangkan konsumsi telur bisa mencapai 35 kilogram.

"Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, konsumsi daging ayam mereka sudah mencapai 25 sampai 30 kilogram per kapita per tahun. Begitu pula dengan konsumsi telur yang bisa mencapai 35 kilogram. Kita masih paling rendah di Asia Tenggara. Melalui acara ini, kami ingin memberikan edukasi sejak dini bahwa ayam dan telur adalah sumber protein termurah yang sangat penting untuk kecerdasan anak-anak dan generasi mendatang," ujar Singgih.

Peternak Dorong Penurunan Biaya Produksi

Singgih menjelaskan Chicken and Egg Run 2026 merupakan bagian dari inisiatif edukasi dan kampanye mandiri yang digerakkan para peternak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai konsumsi protein hewani.

Selain mengampanyekan manfaat ayam dan telur, PINSAR Indonesia mendorong pemerintah membantu menekan Harga Pokok Produksi (HPP) perunggasan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah tingginya harga pakan akibat mahalnya harga jagung. Menurut Singgih, penanganan persoalan tersebut diperlukan agar biaya produksi dapat lebih terjangkau.

Dengan HPP yang lebih rendah, harga daging ayam dan telur di pasaran diharapkan semakin terjangkau sehingga lebih banyak masyarakat dapat mengonsumsinya.

Chicken and Egg Run 2026 di kawasan Benteng Vredeburg diikuti sekitar 3.000 peserta. Panitia menyediakan tiga kategori jarak lari, yakni 2,5 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer.

Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan ekosistem peternakan di Daerah Istimewa Jogja yang melibatkan lebih dari 10.000 orang. Selain itu, penyelenggaraan acara diharapkan ikut menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan perhotelan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online