Bahas Masa Depan Keuangan Syariah, ICIFiMS 2026 Hadirkan Akademisi Berbagai Negara

Newswire
Newswire Kamis, 05 November 2026 23:57 WIB
Bahas Masa Depan Keuangan Syariah, ICIFiMS 2026 Hadirkan Akademisi Berbagai Negara

ICIFiMS 2026 UIN Sunan Kalijaga menghadirkan akademisi internasional. Kaprodi MKS juga mengingatkan pentingnya data dalam argumentasi mahasiswa. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Penguatan riset, jejaring akademik internasional, hingga kemampuan mahasiswa menyampaikan argumentasi berbasis data menjadi perhatian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan The 2nd International Student Conference on Islamic Financial Management (ICIFiMS) 2026 yang mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara.

Konferensi internasional tersebut diikuti delegasi dari Malaysia, India, Turki, Mesir, dan Filipina. Sejumlah peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga turut berpartisipasi, baik secara langsung maupun daring.

Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Kalijaga Ibi Satibi menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, panitia mahasiswa, tamu undangan, serta para pembicara yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan konferensi.

"Kami sangat berbahagia dan menyambut hangat seluruh delegasi dari berbagai negara, mulai dari Malaysia, India, Turki, Mesir, hingga Filipina, serta para peneliti dari berbagai universitas di penjuru tanah air," ungkapnya saat memberikan sambutan di hadapan para peserta konferensi internasional.

Hadirkan Akademisi dari Malaysia hingga Indonesia

ICIFiMS 2026 menghadirkan sejumlah pakar sebagai pembicara utama untuk memperkaya diskusi akademik mengenai manajemen keuangan Islam. Mereka berasal dari institusi pendidikan tinggi dan organisasi ekonomi Islam.

Sesi konferensi dipandu Galuh Tri Pambekti, dosen FEBI UIN Sunan Kalijaga yang bertindak sebagai moderator. Tiga pembicara utama yang tampil dalam sesi tersebut berasal dari Universiti Utara Malaysia, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Yogyakarta.

Pembicara pertama adalah Profesor Selamah Maamor, Assistant Vice-Chancellor of UUMCOB & Dean of Islamic Business School dari Universiti Utara Malaysia, Malaysia. Selanjutnya, Profesor Ratna Candra Sari, dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta, yang juga merupakan penerima penghargaan National Financial Literacy Award 2026 kategori OJK Peduli. Adapun pembicara ketiga adalah Akhmad Akbar Susamto, selaku Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Yogyakarta, Indonesia.

Bersamaan dengan OASE PTKIN 2026

Penyelenggaraan ICIFiMS tahun ini berlangsung di tengah sejumlah agenda besar lainnya di lingkungan kampus. Salah satunya kunjungan mitra strategis bidang teknologi asal Zurich, Swiss, yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas global bagi para alumni.

Pada saat bersamaan, kompleks kampus UIN Sunan Kalijaga juga menjadi tuan rumah OASE (Olimpiade Agama, Sains, dan Riset) PTKIN 2026. Ajang tersebut melibatkan 48 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dari seluruh Indonesia.

Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Kalijaga mengapresiasi kerja keras mahasiswa dan panitia yang mampu menjalankan sejumlah kegiatan tersebut secara bersamaan.

"Meskipun ada beberapa agenda besar yang berjalan bersamaan, acara konferensi internasional MKS dan OASE tetap berjalan sukses berkat dedikasi dan kerja keras panitia serta mahasiswa," tambahnya.

Melalui ICIFiMS 2026, ia berharap mahasiswa dan peneliti dapat memanfaatkan forum internasional tersebut untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring akademik, serta menghasilkan inovasi baru. Upaya ini diharapkan turut berkontribusi terhadap perkembangan manajemen keuangan Islam di tingkat global.

Kaprodi MKS Soroti Argumentasi Mahasiswa yang Minim Data

Selain penguatan kolaborasi akademik, kemampuan mahasiswa membangun argumentasi ilmiah juga menjadi perhatian di lingkungan FEBI UIN Sunan Kalijaga. Ketua Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS) FEBI UIN Sunan Kalijaga Darmawan, menyoroti fenomena pergerakan mahasiswa yang dinilai masih kerap mengedepankan aksi massa tanpa dukungan data akurat dan landasan teori yang memadai.

Menurutnya kemampuan menguasai data dan teori menjadi bekal penting ketika mahasiswa berhadapan dengan akademisi senior, profesor, maupun pakar hukum. Argumentasi yang disampaikan harus memiliki dasar keilmuan agar dapat dipertanggungjawabkan dalam forum diskusi.

Karena itu, pihaknya mendorong perubahan pola pikir mahasiswa agar lebih mengutamakan riset, penelitian, serta literasi data sebelum menyampaikan kritik di ruang publik. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk membangun tradisi diskusi dan dialektika yang sehat di lingkungan akademik.

"Melalui pengelolaan program studi MKS, pihaknya berkomitmen membekali mahasiswa dengan standar akademik dan keilmuan yang kuat. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan pandangan secara kritis, terukur, dan berlandaskan ilmu pengetahuan," katanya.

Penanggungjawab ICIFiMS 2026 Anniza Citra Prajasari mengatakan ICIFiMS 2026 merupakan tahun kedua yang mengangkat tema The Future of Islamic Financial Management: Digital Innovation, Sustainability, and Global Resilience. Dengan demikian isu pembahasan akan terkait dengan bagaimana masa depan manajemen keuangan Islam. Mulai dari inovasi digital setiap platform keuangan, keberlanjutan bisnis dan strategi menghadapi ketahanan global.

"Konferensi internasional ini digelar oleh Prodi Manajemen Keuangan Syariah, diikuti peserta dari berbagai negara," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online