Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
GUNUNGKIDUL–Akibat tertabrak truk yang tergelincir saat menurunkan muatan, tiga bangunan ambruk Minggu (22/4). Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, kerugian ditaksir mencapai ratusan juga rupiah. rupiah.
Ketiga bangunan yang hancur adalah sebuah bangunan kandang ayam yang sudah tak lagi terpakai dan dua bangunan rumah milik Tomoredjo, 75. Menurut keterangan anak Tomoredjo, Parsinem, kejadian terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ada truk yang hendak menurunkan muatan berisi pasir di utara bangunan kandang ayam.
Diduga karena kontur tanahnya yang berlereng, truk yang sedang membongkar muatan pasir itu tergelincir mundur sehingga menubruk salah satu tiang bangunan kandang ayam berukuran sekitar 20x10 meter.
Karena tak kuat menahan benturan, kandang ayam itu kemudian roboh ke arah selatan dan menimpa rumah milik Tomoredjo yang bersebelahan langsung dengan kandang ayam itu.
Menurut Parsinem, saat kejadian dia dan kedua orangtuanya sedang berada di ruang tengah. Saat itu Tomoredjo sedang terbaring karena kondisinya sedang tidak baik.
Tiba-tiba Parsinem dan ibunya merasakan tanah bergetar sehingga mereka berdua lari keluar menyelamatkan diri, sedangkan Tomoredjo yang tak sempat bergerak terlambat bergerak sehingga tertimpa reruntuhan rumah.
“Rasanya seperti ada gempa, saya dan ibu langsung keluar, tak berapa lama rumah kami ambruk,” ujarnya.
Beruntung, Tomoredjo yang terbaring tak terluka sedikitpun karena masih ada rongga di sela kerangka bangunan yang menyelamatkannya. Tetapi karena syok, Tomoredjo saat ini dirawat secara intensif di Puskesmas Tepus.
“Ibu sedang nemani bapak, tidak ada luka, cuma masih trauma karena nyaris tertimpa rumah,” tambah Parsinem.
Akibat kerusakan ini, Parsinem dan keluarganya terpaksa mengungsi sementara di rumah kerabatnya karena rumahnya benar-benar hancur. Hampir seluruh bagian dinding dan tiang penyangga rumahnya sudah tak berbentuk.
Sehingga masyarakat setempat Senin (22/4) menggelar kerja bakti untuk membereskan puing rumah dan menyelamatkan barang yang masih bisa digunakan.
Kepala RT 04 Dusun Bintaos Mujiyono menaksir, kerugian akibat kecelakaan ini mencapai ratusan juta rupiah.
Mujiyono mengatakan, kejadian ini terjadi karena ketidaksengajaan, menurutnya, seluruh pihak sudah sepakat untuk menyelesaikan kecelakaan ini melalui jalan kekeluargaan. Apalagi sopir truk yang mengakibatkan bangunan rubuh juga masih memiliki hubungan keluarga dengan Tomoredjo.
“Tidak ada yang dilaporkan polisi karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Kulonprogo siapkan program Kampung Redam untuk mencegah konflik horizontal. Lima kalurahan disiapkan menjadi proyek percontohan.
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.