Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Harian Jogja.com, KULONPROGO - Persoalan jamban sehat hingga saat ini masih menjadi masalah serius bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Hargowilis, Kecamatan Kokap.
Dari 1700 kepala keluarga (KK) yang ada di wilayah itu, baru 40% yang sudah memiliki jamban sehat.
Kepala Desa Hargowilis, Dalijon mengatakan jamban kumuh warga menyebar di seluruh pedukuhan.
"Di sini ada 13 pedukuhan, dari masing-masing pedukuhan itu mayoritas warganya belum punya jamban sehat," ujarnya, Kamis (18/7/2013).
Tidak hanya sebatas pada jamban kumuh saja, Dalijon mengatakan masih banyak warga di wilayahnya yang belum memiliki jamban. Parit-parit dan sungai yang ada di wilayah itu akhirnya menjadi alternatif warga untuk menuntaskan keperluan buang air besar (BAB) warga.
"Akhirnya pemandangan menjijikkan dan bau tidak sedap sering kita rasakan setiap hari ketika melintas di dekat parit atau sungai," tandasnya.
Menurutnya, masih rendahnya sumber daya manusia di situ menjadi faktor utama jamban sehat di kalangan warga.
Dia melanjutkan, secara ekonomi sebenarnya warga mampu untuk membuat jamban sehat.
"Ya semua karena kesadaran terhadap kesehatan masih kurang," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Aisyiyah menegaskan dakwah kemanusiaan, penguatan Posbakum, dan peran perempuan dalam perdamaian global di tengah meningkatnya konflik dunia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta Gedung Kelurahan Tegalpanggung tak hanya melayani administrasi, tetapi juga menampung aktivitas warga.
TNI AU terus mematangkan kesiapan pilot Rafale. Delapan penerbang disiapkan melalui seleksi ketat dan pelatihan hingga ke Prancis.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.