UPN Jogja Nonaktifkan Dosen, Kasus Kekerasan Seksual Diusut
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
Disabelitas bukan halangan bagi siswa untuk menyabet prestasi. Dengan kemauan belajar yang keras, pendampingan dari guru yang memahami dan dukungan orangtua, anak dengan disabelitas pun dapat berprestasi. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Abdul Hamied Razak.
Bentuk tubuh Eky Waskita Aji, 17, memang tidak sempurna. Untuk ukuran tubuh remaja seusianya, tinggi Eky hanya sekitar 70 centimeter. Kedua kaki dan tangan Eky tumbuh tak sempurna. Meski begitu, ketidaksempurnaan Eky justru menjadi pemicu dia untuk mengejar prestasi.
Siswa kelas 11 di SMA Muh 7 Jogja itu belum lama ini, menyabet medali perunggu pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMA-MA 2013 yang diselenggarakan di Bandung, Senin-Sabtu (2-8/9) dari Dirjen Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK).
Mengangkat penelitian berjudul Pemanfaatan Sampah Plastik Gelas Air Mineral sebagai Pengganti Mika Pin, Eky membawa nama harum sekolah dan DIY. Sesuai judul karyanya, putra pertama pasangan Sudirja seorang wiraswasta dan Ida Novianti ibu rumah tangga itu, memanfaatkan sampah bekas gelas air mineral sebagai pengganti mika.
"Selain menjadi bahan alternatif, penggunaan sampah juga ramah lingkungan. Hasilnya juga bagus kok, bisa lebih bagus dari bahan mika," ujar kakak Arvala Yoga Kumara, 6 dan Hisbullah Arya Abib Praya, 3 kepada Harian Jogja, Sabtu (14/9/2013) di sekolahnya.
Meski memiliki keterbatasan fisik, dia merasa tidak grogi saat melakukan presentasi dihadapan para dewan juri. Pun ketika Harian Jogja menghampirinya.
Rasa percaya dirinya ternyata cukup tinggi. Saat berjalan dengan kedua kakinya yang mungil, tak menjadi persoalan buat Eky. Bahkan, Eky dengan lincahnya menaiki dan menuruni tangga beton di sekolahnya.
"Saya bisa akrobat, kepala di bawah dengan kaki di atas, seperti ini," ujar Eky sembari memperagakan teknik akrobat, meyakinkan diri kalau dia memiliki kelebihan.
Dia pun mengaku suka bernyanyi, meski tak pernah menjuarai lomba menyanyi. "Saya suka musik-musik aliran keras. Tapi masih belum terpikirkan punya grup band sendiri. Kalau ada yang mau nggak apa-apa," katanya.
Penggemar Ucok Baba itu pun memiliki cita-cita menjadi seorang motivator ulung untuk memberi semangat kepada anak berkebutuhan khusus (ABK).
Pasalnya, anak-anak ABK banyak yang tidak percaya diri meskipun secara pemikiran bisa dilakukan. "Aku mau kuliah dan masuk fakultas psikologi, kalau bisa UGM. Aku senang bisa memberi motivasi kepada ABK-ABK," ujar Eky.
Baginya, kekurangan fisik yang dia miliki dijadikan sebagai motivasi untuk meraih prestasi. Adapun kelebihan yang dimiliki akan dimanfaatkan untuk kebaikan. "Saya punya prinsip pantang pulang sebelum tumbang. Sempat awal masuk sekolah ini saya minder. Tetapi, setelah beradaptasi dengan teman-teman menjadi biasa," tutur siswa jurusan IPS itu.
Terkadang, Eky ke sekolah di antar atau naik angkot dari rumahnya di Asrama Polri Kyai Mojo. Tak jarang pula teman-temannya mengantar. Dia mengaku, didikan orangtua membantunya bisa bertahan bersosialisasi di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.