Rumah Penyimpan Ratusan Botol Miras di Semarang Terbakar
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.
Harianjogja.com, JOGJA- Pegawai Shelter Trans Jogja mengeluh tak dapat mengakses layanan asuransi kesehatan karena perusahaan rekanan, PT Vidya tak membayarkan klaim asuransi ke PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagai penjamin asuransi.
Padahal, setiap menerima gaji pada tanggal 20 di tiap bulan, mereka mengetahui ada pembiayaan asuransi kesehatan dan tunjangan hari tua dalam slip gaji. Besaran premi tergantung kepesertaan istri/suami dan anak.
“Kalau saya karena sudah punya istri dan anak preminya Rp100.000,” kata Anton Setiawan, seorang pegawai Shelter Trans Jogja di Condongcatur, Sleman kepada Harian Jogja, Rabu (25/9/2013).
Mulanya, hal itu diketahui ketika seorang rekan kerja yang anaknya menjalani rawat jalan. Saat membayar, Jamsostek ternyata tidak dapat memberi klaim.
Para pekerja, imbuh Anton, kemudian menanyakan hal itu ke perusahaan. Namun pekerja tidak mendapatkan jawaban.
Mereka lalu menanyakan langsung ke PT Jamsostek. Dari situ diketahui, ternyata PT Vidya tidak membayar premi sejak Juli-September 2013.
Akhirnya PT Vidya membayar premi. Tapi pekerja masih khawatir tak dapat mengakses jaminan kesehatan. Sebab kata pegawai Jamsostek menurut Anton, PT Vidya baru membayar premi untuk Juli. Sedangkan Agustus dan September belum dibayar.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Trans Jogja Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY Agus Minang mengatakan telah menerima laporan dari para pegawai shelter tentang persoalan tersebut.
Agus langsung menindaklanjuti dengan mendesak PT Vidya untuk segera membayar premi. Awalnya, perusahaan yang operasionalnya mendapatkan anggaran daerah itu selalu mengatakan telah membayar. Tapi dengan kejadian itu, Agus bakal terus meminta laporan pembayaran.
PT Vidya, kata Agus, telah membayar premi untuk Juli dan Agustus. “Kalaupun September belum dibayar,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Agus belum mengetahui alasan kenapa rekanan terlambat membayar premi. Jika pun dana dari pemerintah daerah didepositokan oleh PT Vidya, layanan kepada pegawai tidak boleh ditunda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.