7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Kirab Mubeng Beteng (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Harianjogja.com, JOGJA- Jajaran Polresta Jogja menyiagakan lebih dari 300 personil untuk mengamankan ritual Mubeng Beteng Malam Satu Suro, Senin (4/11/2013) mamalam ini.
Kepala Bagian (Kabag) Operasional Polresta Jogja, Komisaris Polisi Iqbal Yudhi, Minggu (3/11/2013) mengatakan ratusan polisi tersebut merupakan gabungan antara jajaran Polresta Jogja serta beberapa polsek di seputaran benteng yang menjadi lokasi ritual.
Mereka akan ditempatkan di beberapa titik seperti persimpangan, guna mengamankan jalannya kegiatan.
“Selain menyiagakan anggota berseragam, kami juga menyiapkan anggota yang berpakaian preman. Jadi sistem pengamanannya terbuka dan tertutup. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi kriminalitas,” jelas dia.
Meski aktivitas mubeng beteng dilakukan tengah, malam, lanjutnya, polisi mulai melakukan pengamanan sejak pukul 19.00 WIB dengan menyebar anggota di tiap titik yang telah ditentukan sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Dokter menjelaskan kesemutan, baal, dan rasa seperti tersetrum bisa menjadi gejala awal gangguan saraf tepi.
Kemenkes memastikan alat medis esensial tersedia di rumah sakit lapangan Nagekeo pascagempa NTT pada 15 Agustus 2026.
Kejahatan jalanan Sleman Januari-Juli 2026 tetap 10 kasus, tetapi perkara senjata tajam naik 75 persen dibandingkan periode yang sama 2025
Ketika Kulkas Tak Lagi Sekadar Tempat Menyimpan Makanan, AQUA Elektronik Hadirkan AQR-CSE696RSV(SL)
Gempa M5,7 mengguncang Manggarai, NTT, Kamis pagi. BMKG mencatat 3.394 gempa susulan Flores hingga pukul 05.00 WIB.