Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Harianjogja.com, BANTUL- 15 Kepala Keluarga (KK) asal Bantul bertransmigrasi ke Kalimantan Tengah. Para transmigran diminta tak pulang ke daerah asal sebelum berhasil.
Pelepasan 15 KK calon transmigran tersebut dilaksanakan Kamis (14/11/2013) siang. Mereka berasal dari Kecamatan Pundong, Kretek, Sanden, Pajangan, Pandak, Dlingo, Bambanglipuro dan Kecamatan Bantul.
Sebanyak 49 orang tersebut bakal menjadi warga baru Desa Telang Siong, Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Bantul, Suyoto saat membacakan sambutan Bupati yang berhalangan hadir mengatakan, warga calon transmigran harus betah di lokasi yang baru.
Ia berharap mereka tidak ingin pulang ke Bantul selama belum berhasil. "Pulang kalau sudah benar-benar berhasil, itu pun hanya menengok sanak keluarga," ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Didik Warsito mengatakan, para calon transmigran mendapat pelatihan mengenai intensifikasi lahan pekarangan, kewirausahaan, budidaya tanaman perkebunan dan pelatihan budidaya tanaman pangan. Pelatihan tersebut sebagai bekal mereka agar dapat beradaptasi bekerja di tempat tinggal yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.