Kampus Berkelanjutan, UMY Kembangkan Energi Surya hingga Daur Ulang Air
UMY memperkuat kampus berkelanjutan dengan 48 panel surya, rencana SPKLU, penambahan sepeda, perbaikan jalur pejalan kaki, dan daur ulang air.
Harianjogja.com, SLEMAN- Jajaran Pemerintah Kecamatan Cangkringan memburu “truk bergoyang” di wilayah penambangan pasir lereng Gunung Merapi selama sepekan kemarin.
Camat Cangkringan Bambang Nurwiyono menjelaskan, perburuan melelahkan itu dilakukan bersama jajarannya pada Jumat (29/11/2013) lalu.
Ia bersama jajarannya melakukan operasi secara diam-diam di sekitar pertambangan pasir Merapi dari pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB. Bahkan hingga naik turun dan menyusuri Sungai Gendol hingga tengah malam.
“Begitu mendengar adanya truk bergoyang itu kami langsung koordinasi. Adanya isu truk bergoyang itu nek iso kan nonton [kalau bisa langsung melihat]. Bergoyangnya itu orang berbuat [mesum] atau truk berjalan, kalau berjalan mungkin saja karena jalannya hancur. Dan kami sudah naik turun [sungai] Gendol untuk melakukan pengecekan,” ujarnya, Sabtu (30/11/2013).
Hanya, secara nyata ia belum mendapatkan adanya operasi itu. Sejumlah kabin sopir dan bak truk juga sempat dilihatnya, dikhawatirkan adanya dugaan wanita penjaja seks, tapi masih nihil.
Akan tetapi memang tampak banyak sopir truk yang menunggu antrean selama semalam suntuk di kawasan Kopeng–Jambon, Kepuhharjo.
“Truk sudah kami periksa karena jangan-jangan membawa wanita atau bagaimana. Tapi kami tidak menemukan,” imbuh dia.
Dengan ditetapkan surat keputusan bupati memang membuat banyak sopir harus menginap di Cangkringan karena kegiatan penambangan berakhir pada pukul 18.00 WIB.
Sementara yang datang dari jauh memutuskan untuk menginap dan menunggu antrean pada esok harinya. Pihaknya tak memungkiri jika kondisi itu bisa menjadi pemicu timbulnya beberapa ruas hiburan seperti warung remang-remang.
Tetapi dalam pemeriksaan pekan lalu sejumlah sopir yang menunggu antrean tampak hanya duduk dan ngobrol dengan teman sesama sopir. Belum ditemukan adanya aktivitas sopir yang menjurus ke arah prostitusi.
Karena itu pemantauan di lapangan akan dilakukan secara periodik terutama untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warung remang-remang. Kendati demikian ditegaskan Bambang, bahwa sampai saat ini belum ditemukan dugaan warung jenis itu di Cangkringan.
Salah satu kawasan yang menjadi fokus perhatian yakni Kopeng – Jambon, Kepuhharjo kemudian Bronggang, Argomulyo serta sejumlah titik di Glagahharjo. “Kami pantau terus, karena IMS tinggi membuat kita prihatin,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMY memperkuat kampus berkelanjutan dengan 48 panel surya, rencana SPKLU, penambahan sepeda, perbaikan jalur pejalan kaki, dan daur ulang air.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 1 Oktober 2026 melayani lima tujuan dengan tarif Rp80.000. Simak jam keberangkatan bus dari bandara.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 1 November 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.