SPMB 2026: Ratusan SD Gunungkidul Kekurangan Murid, 36 Penuhi Kuota
SPMB SD Gunungkidul 2026 mencatat mayoritas sekolah kekurangan murid. Hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar.
Harianjogja.com, JOGJA–Warga RW 01, Kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen terus menggalakkan program jam belajar masyarakat (JBM). Wajib belajar ini dilaksanakan setiap hari dan harus ditaati seluruh siswa sekolah, mulai pukul 18.30-20.30 WIB.
Ketua JBM Hibur Binto mengatakan, program ini merupakan bentuk kesadaran bersama seluruh warga, akan pentingnya pendidikan di masa depan, sehingga kesadaran itu mulai ditanamkan sejak dini.
“Ini tidak hanya untuk siswa sekolah, tapi anak yang masuk PAUD juga sudah masuk program wajib belajar,” katanya ketika ditemui di rumahnya, Minggu (12/1/2014).
Dia menjelaskan, setiap hari mulai pukul 18.30 WIB, untuk kesuksesan program ini, warga yang memiliki anak yang masih sekolah dilarang menyalakan TV dan barang elektronik lainya hingga pukul 20.30 WIB. Tujuannya, agar anak-anak konsentrasi dalam proses belajarnya.
“Kami bersyukur mayoritas warga sudah memiliki kesadaran tinggi. Setiap sirine berbunyi, warga mematikan TV dan anak-anak mulai belajar, tapi tetap saja ada beberapa anak yang mau belajar ketika didatangi petugas keliling,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SD Gunungkidul 2026 mencatat mayoritas sekolah kekurangan murid. Hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar.
Uban prematur bisa diperlambat dengan gaya hidup sehat, mulai dari nutrisi, stres, hingga kebiasaan harian.
Rekomendasi laptop Rp3–5 juta 2026 dengan SSD dan RAM 8GB yang masih layak untuk kerja dan kuliah.
Skema pajak JHT BPJS Ketenagakerjaan berbeda tergantung saldo, pencairan, dan NPWP peserta.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Carlo Ancelotti memimpin daftar pelatih termahal Piala Dunia 2026 dengan gaji Rp194 miliar, Scaloni justru di luar lima besar