Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Gunungan Kakung diikuti gungan lainnya keluar untuk prosesi Grebeg Maulud dari Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gede Kauman, Jogja, Selasa (14/1/2014). Selain untuk memperingati hari lahir atau maulid Nabi Muhammad SAW, tradisi yang digelar setiap tahun tersebut juga menjadi simbol pemberian sedekah dari Raja Keraton Jogja kepada rakyatnya. (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Harianjogja.com, JOGJA - Kemeriahan Grebek tak hanya dirasakan para warga, karena momen ini juga digunakan pecinta fotografi untuk saling bertemu dan bertatap muka. Apabila para warga ingin mendapatkan berkah dari acara ini, bagi pecinta foto tak sebatas mengabadikan momen saja, tapi dari momen inilah juga bisa mengeruk pundi-pundi rupiah.
“Paling penting adalah bisa melihat dan mengabdikan momen. Tapi ke depannya, mungkin hasil jepretan ini bisa menjadi koleksi kemudian diikutsertakan dalam sebuah lomba dengan tema sejenis,” ungkap Frisco,
fotografer asal Bandung, Selasa (14/1/2014).
Dalam acara gunungan, Frisco mencoba untuk mengabadikan momen-momen yang ada, terutama berkenaan dengan foto human interest, baik itu dari sisi antusias masyarakat, kemeriahan atau pun peristiwa lainnya. Dia sengaja datang jauh-jauh dari Bandung tak hanya untuk mengabadikan momen itu, tapi juga bertemu dengan pecinta foto dari seluruh Indonesia.
“Saya tadi bertemu dari kawan-kawan fotografer Jogja, Jakarta, Surabaya dan masih banyak lagi. Saya tidak bisa menghafalkan karena yang datang ratusan orang pecinta fotografi di sini,” ungkapnya.
Dia mengakui, inti dari fotografi adalah mengabadikan sebuah momen dan tidak menutup kemungkinan dipublikasikan ke masyarakat luas. Hanya, fotografi memerlukan pengasahan naluri yang intens dan tidak serta merta pecinta foto bisa mahir dan menghasilkan karya yang bagus.
Senada juga diungkapkan Doni, pecinta fotografi asal Gresik. Dia mengaku sudah mengkuti beberapa acara budaya di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Untuk acara gunungan merupakan yang pertama. Selain sebagai hobi, melalui acara-acara seperti ini merupakan ajang silaturahmi antar pecinta foto seantero Nusantara.
“Istilahnya kopi darat, kan biasanya melalui media sosial diskusinya. Nah lewat momen seperti ini bisa ketemu langsung dan hunting bareng,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Cari mobil bekas irit dan minim biaya perawatan? Simak 5 rekomendasi mobil bekas non-LCGC yang terkenal bandel, hemat BBM, dan ramah di kantong.
Jepang resmi mengubah sistem tax free mulai 1 November 2026. Wisatawan asing wajib membayar pajak saat belanja dan mengajukan refund saat meninggalkan Jepang.
Film The Odyssey karya Christopher Nolan menembus 1,06 juta penonton di Indonesia hanya dalam sepekan. Film epik mitologi Yunani ini masih memimpin box office n