SPMB 2026: Ratusan SD Gunungkidul Kekurangan Murid, 36 Penuhi Kuota
SPMB SD Gunungkidul 2026 mencatat mayoritas sekolah kekurangan murid. Hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar.
JIBI/Solopos/Maulana Surya Pasien menjalani pengobatan di klinik pengobatan dokter Leny Rosma, Karangasem, Laweyan, Solo, Kamis (9/1). Klinik tersebut juga melayani pasien dengan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Harianjogja.com, JOGJA–Kantor Cabang Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jogja telah menjalin kerja sama dengan 16 rumah sakit di Kota Jogja untuk melayani pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan.
Namun, jumlah itu masih bisa bertambah, karena pihak BPJS membuka kesempatan kepada tiap rumah sakit untuk menjalin kerja sama menyukseskan program pemerintah pusat itu.
Kepala Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Utama Jogja Ratih Subekti menjelaskan, sesuai dengan aturan yang diberlakukan, maka setiap fasilitas kesehatan milik pemerintah yang memenuhi persyaratan wajib bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Sedangkan untuk fasilitas kesehatan swasta yang memenuhi persyaratan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Intinya kami dengan tangan terbuka membuka kesempatan kepada setiap rumah sakit untuk bekerja sama. Tapi, mereka harus memenuhi persyaratannya,” ungkapnya ketika ditemui beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, untuk ke depan tidak hanya rumah sakit atau dokter umum praktik mandiri yang dapat menjalin kerja sama, tapi BPJS menjajaki kemungkinan kerja sama dengan optik pengobatan mata.
Malahan, saat ini sudah ada enam optik di Kota Jogja yang memberikan pelayangan untuk pasien dengan kartu BPJS Kesehatan.
“Jadi kalau ditotal sudah ada 22 fasilitas kesehatan yang menjalin kerja sama. Yah kalau yang lain mau bergabung silakan, asal mau memenuhi segala persyaratannya,” kata dia lagi.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Cabang Utama BPJS Jogja tercatat 10 Dokter umum praktik mandiri juga telah bekerja sama. Jadi total ada 32 fasilitas kesehatan baik swasta atau negeri telah bekerja sama dan bisa melayani pasien dengan kartu BPJS Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SD Gunungkidul 2026 mencatat mayoritas sekolah kekurangan murid. Hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar.
Warga Padukuhan Banyu di Gunungkidul masih kesulitan air bersih meski ada sumur bor dan Spamdes, terutama saat musim kemarau.
Warga Gedongtengen Jogja didorong mengolah limbah buah jadi eco enzim, pakan ikan, dan produk kesehatan berbasis fermentasi.
Indomobil eMotor luncurkan Tyranno X di Jakarta Fair 2026, motor listrik 160 km, harga Rp32,8 juta.
Kemenpar dorong BBWI 3B untuk sebar wisata Bali Utara–Banyuwangi, target 1,2 miliar perjalanan wisata 2026.
BNN Bantul mewanti-wanti peredaran pil sapi di SMP dan SMA. Edukasi, skrining, dan rehabilitasi diperkuat untuk melindungi pelajar.