Siswa SLB Negeri Pembina Jogja Bagi-bagi Takjil kepada Warga
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Karangawen, Desa Karangawen, Kecamatan Girisubo, Heri Wibowo mengaku memplester mulut kambing-kambing curiannya dan beberapa di antaranya sampai mati kehabisan napas.
Hal itu dia ungkapkan saat diperiksa polisi Polres Gunungkidul, Jumat (24/1/2014). Kemarin pagi dia ditangkap polisi Polsek Girisubo karena diduga mencuri ternak warga.
Pagi itu juga, Heri dipindah ke Polres Gunungkidul karena warga berniat main hakim sendiri.
Kepala Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Polisi Faried Zulkarnaen mengatakan Heri dibawa ke Polres agar keselamatan lebih terjamin.
Dari Heri polisi menyita tiga ekor kambing yang hidup, satu mobil Daihatsu Xenia warna Silver dan dua telepon selular. “Aksinya dilakukan sendiri menggunakan mobil,” kata Faried, kemarin.
Heri mengaku mencuri untuk membayar utang pada ibunya sebesar Rp61 juta. Dia juga mengakui mencuri sendirian dengan menyewa mobil milik teman. Awalnya ia menyasar wilayah perbatasan Girisubo-Rongkop namun mendapat kesempatan di wilayah Desa Jepitu, Girisubo.
Setelah berhasil mencuri enam kambing dari dua lokasi, hewan-hewan itu kemudian diplester mulutnya supaya tidak berisik.
“Ternyata diperjalanan tiga kambing mati, saya buang di jalan,” ucapnya di sela-sela pemeriksaan di ruang Reskrim Polres Gunungkidul.
Untuk kambing yang hidup dia jual di Pasar Girisubo seharga Rp1,8 juta.
Warga Desa Jepitu, Ayoga Sukarjita, mengatakan Heri ditangkap sekitar pukul 06.30 WIB setelah polisi mendapat laporan warga yang menemukan dua ekor kambing yang mati di pinggir jalan dan satu ekor lagi mati di kandang di Jepitu. Kambing yang mati tersebut dalam keadaan diplester pada bagian mulut kambing.
Setelah Heri dibawa ke Polsek Girisubo, puluhan warga mendatangi kantor polisi. Mereka geram dan ingin menghakimi pelaku. Polisi dibantu aparat desa Jepitu kewalahan menghalau warga akhirnya Heri dibawa ke Polres.
“Saya sampai teriak-teriak bersama polisi menenangkan warga tapi tidak tahan, akhirnya pencurinya dibawa ke Polres,” kata Ayoga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.