Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Empat orang warga Dusun Duwetrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul tersambar petir, Selasa (4/2/2014) siang. Peristiwa terjadi saat mereka memanen kacang di ladang Hutan Baon, Dusun Grogol II, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Satu di antaranya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
Korban tewas adalah Mutatik, 40. Ia menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke RSUD Wonosari. Tiga orang lainnya yang masih satu keluarga mengalami luka dan dirawat di rumah sakit yang sama. Ketiganya adalah Tukinah, 60; Suwito Supan, 63; dan Karjono, 60.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Kala itu, Mutatik dan ketiga saudaranya sedang memanen kacang tanah sejak pagi hari. Namun saat hujan deras turun disertai petir, mereka berteduh di gubuk yang tak jauh dari ladang.
Saat berteduh itulah petir menyambar mereka hingga menyebabkan Karjono dan Tukinan dan Mutatik tidak sadarkan diri. “Saat petir menyambar saya langsung tidak ingat apa,” ucap Karjono di RSUD Wonosari yang kondisinya mulai membaik.
Adapun Suwito Supan hanya mengalami shock. Menurut Karjono, setelah tergeletak, Suwito Supan langsung minta bantuan warga dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. “Saya baru ingat setelah di rumah sakit,” kata dia.
Karjono tidak tahu Mutatik ternyata meninggal dunia. Padahal ia sempat memeluk menantunya itu saat petir menggelegar bersahut-sahutan.
Sebelum berteduh, Karjono sudah melihat kilatan berkali-kali di langit. Meski panen kacang belum selesai, ia memutuskan mengajak keluarganya untuk masuk gubuk. Dalam gubuk Karjono sempat memeluk ketiga keluarganya karena melihat kilat lain dari biasanya. Namun tak dinyana kilatan petir itu menghampirinya.
Karjono sempat teringat bahwa saat berpelukan, satu orang terpental hingga keluar gubuk. Dia mengira yang terpental adalah menantunya namun ternyata Suwito Supan. “Dia [Suwito Supan] juga katanya yang minta tolong warga,” kata Karjono.
Jaryanto, salah satu kerabat korban mengatakan, keempat korban merupakan satu keluarga itu terdiri dari kakak, ibu, dan menantu. Dia tidak melihat ada tanda-tanda keluarga korban bakal tersambar petir. Seperti biasanya setiap hari Karjono pergi ke ladang. “Kebetulan sedang panen jadi sekeluarga pergi ke ladang,” kata Jaryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.