Hasil Liga Spanyol: Skor Valencia vs Betis 0-1
Hasil Liga Spanyol, Pablo Garcia mencetak gol menit ke-83 untuk membawa Real Betis menang 0-1 atas Valencia.
Foto ilustrasi minuman beralkohol hasil fermentasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, SLEMAN—Peredaran minum keras (miras) semakin sulit dibendung. Para pedagang atau pengoplos pun memiliki banyak cara agar bisnis gelapnya tidak tercium warga dan aparat. Salah satunya dengan mengoplos miras di dalam kandang ayam.
Hal itulah yang dilakukan Heru Santosa, warga Dusun Mulungan Kulon, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati. Namun meski tersamar, bisnis ilegal Heru akhirnya tercium dan terbongkar petugas, Kamis (6/2/2014).
Kapolsek Mlati Kompol Sarwendo mengatakan, pihaknya menemukan lokasi pengoplosan miras yang dilakukan Heru berada di kandang ayam.
Pelaku sengaja melakukan pengoplosan di dalam kandang ayam agar aktivitas gelapnya tersamarkan. Selain itu bau oplosan alkohol dalam jumlah banyak, dapat tertutupi dengan bau di dalam kandang ayam, bahkan jauh dari nuansa higienis. Tetapi berkat kejelian petugas akhirnya tempat mengoplos itu pun diketahui.
"Mengoplosnya di kandang ayam, mungkin agar bisa tersamarkan," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Mlati, Jumat (7/2/2014).
Sarwendo menambahkan, saat digerebek, petugas tidak menemukan barang bukti miras terlalu banyak, karena hampir semua hasil produksi sudah dikirim ke konsumen.
Di dalam kandang ayam itu polisi hanya menyita dua botol miras oplosan ukuran 600 militer yang siap dikirim, serta satu jerigen air mineral sebagai bahan oplosan dan miras yang belum dikemas sekitar dua liter.
Heru, lanjutnya, dalam sepak terjang miras oplosan memang tidak diragukan lagi. Tersangka tercatat mahir sebagai peracik miras oplosan. Berdasarkan pengakuan tersangka, dalam sehari dia bisa meracik tiga resep dengan menghasilkan sekitar 24 botol miras dalam kemasan 600 mililiter. "Untuk satu resep biasanya tersangka dapat menghasilkan delapan botol," imbuh Sarwendo.
Untuk setiap 600 mililiter miras hasil racikan, tersangka menjual dengan harga antara Rp15.000 hingga Rp20.000. Harga itu sedikit lebih mahal ketimbang miras oplosan lainnya yang hanya sekitar Rp12.000.
Harga lebih mahal karena Heru memasarkan mirasnya dengan sistem delivery order. "Konsumen memesan melalui SMS [pesan singkat], tapi biasanya yang dilayani yang sudah langganan," kata dia.
Dengan modal Rp40.000, Heru bisa meraup keuntungan sekitar Rp120.000. Dengan menghabiskan sekitar tiga resep dalam sehari, tersangka mendapatkan omzet sekitar Rp360.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil Liga Spanyol, Pablo Garcia mencetak gol menit ke-83 untuk membawa Real Betis menang 0-1 atas Valencia.
Tiga PPPK di lingkungan Pemkab Gunungkidul dipecat karena pelanggaran disiplin berat. Dua di antaranya terlibat perselingkuhan hingga hamil.
Bank Jateng menyatakan kesiapan mendukung Program SMK Go Global yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK)
Presiden Prabowo meninjau warga terdampak gempa M7,7 di Nagekeo, NTT. BNPB mencatat 103 orang meninggal dan 1.666 luka-luka.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Bareskrim Polri membongkar sindikat penyelundupan emas ilegal ke Hong Kong dengan modus body strapping dan menangkap seorang tersangka.