Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Harianjogja.com, JOGJA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengimbau kepada simpatisan partai politik untuk lebih tertib dalam berkampanye.
Tujuannya, agar tidak menggangu ketertiban umum, sehingga pelaksanaan konvoi berjalan lancar, namun tidak mengesampingkan kepentingan umum. Hal ini diungkapkan, usai menemui kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Kantor Gubernur DIY, Rabu (26/3/2014).
Sultan mengaku tidak memermasalahkan adanya kegiatan konvoi dalam pelaksanaan kampanye terbuka. Apalagi, para simpatisan mayoritas masih berusia muda, sehingga memiliki jiwa dan semangat yang tinggi. Namun, dia menyerankan supaya lebih tertib lagi.
“Kan kalau lebih tertib itu bagus, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” katanya.
Hanya, sambung dia, kenyataannya masih banyak konvoi yang dilakukan itu terkesan ugal-ugalan. Meski hanya terdiri dari beberapa kelompok kecil, namun konvoi itu sudah menimbulkan dampak kurang baik terhadap kelancaran arus lalu lintas.
“Wong yo 5 motor, mbok yo sisihan, separo nggo kampanye, separo nggo dalan umum (kan hanya 5 motor, kan bisa bersebelahan, separuh jalan untuk kampanye, separuh lagi untuk pengguna jalan umum), bukan semua digunakan untuk kampanye,” sindir orang nomor satu di DIY itu.
Parahnya lagi, menurut Sultan, kondisi kemacetan itu tidak hanya di satu titik. Namun, kelompok tersebut berkeliling kota, akibatnya kemacetan terjadi hampir di seluruh penjuru. Sedangkan, di satu sisinya, masyarakat ingin tetap berkativitas seperti biasa, tapi gara-gara konvoi jadi terganggu.
Dia meminta, supaya peserta konvoi lebit tertib dan menaati peraturan berlaku. Jangan sampai tindakan menguasai jalanan berakibat terganggunya kepentingan umum lainnya. Baginya, menciptakan suasana kampanye yang tertib dan tidak mengganggu lalu-lintas penting untuk menciptakan rasa simpati di masyarakat.
“Kan awalnya ingin menarik simpatik warga, namun kalau ugal-ugalan malah masyarakat menjadi takut dan tidak simpatik lagi,” seru dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat gotong royong membongkar atap MTsM 4 Sambungmacan Sragen yang ambruk.
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.