Bus Tunggal Dara Terbakar di Tol Semarang-Solo, 18 Orang Selamat
Bus PO Tunggal Dara terbakar di Tol Semarang-Solo KM 439+800. Sebanyak 15 penumpang dan tiga kru berhasil menyelamatkan diri.
Pedagang menurunkan ketela di Pasar Telo, belum lama ini (Harian Jogja/Mediani Dyah Natalia)
Harianjogja.com, JOGJA–Produksi ubi kayu dan jagung di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sempat mengalami kelebihan dibandingkan kebutuhan atau surplus. Namun surplus produksi ini tidak membuat DIY ingin mengekspor bahan makanan ini ke luar daerah.
Alasannya, surplus produksi ubi kayu dan jagung ini biasanya terjadi tidak terjadi rutin setiap bulannya. Surplus produksi ubi kayu dan jagung ini terjadi setahun hanya sekali saja.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) DIY, Eko Witoyo mengatakan pantauannya di lapangan surplus ubi kayu dan jagung tidak terjadi setiap bulan.
“Jika hanya terjadi sesaat saja kami juga belum bisa memberikan keputusan akan diekspor atau semacamnya. Kami takut saat diekspor nanti malah tidak bisa berkelanjutan,” jelas Eko saat dihubungi Harianjogja.com, baru-baru ini.
Eko menambahkan selama ini menurut pantauan Disperindagkop di lapangan surplus dua komoditas ini terjadi pada saat akhir tahun. Pasalnya pada saat itu banyak petani memutuskan untuk menanam ubi kayu dan jagung karena tidak bisa ditanami padi.
“Banyak hal yang memengaruhi, salah satunya untuk memutus kehidupan tikus. Sebab jika sawah hanya ditanami padi terus, maka tikus akan berkembang biak menjadi banyak. Selain tentu masalah air yang kurang mengalir lancar saat musim kemarau,” jelas Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus PO Tunggal Dara terbakar di Tol Semarang-Solo KM 439+800. Sebanyak 15 penumpang dan tiga kru berhasil menyelamatkan diri.
Hujan sedang hingga deras memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.
BPS mencatat pengeluaran wisman mencapai Rp24,74 juta per kunjungan pada triwulan III/2026, naik 5,95% secara tahunan.
Kunjungan wisata Sleman mencapai 7,1 juta orang hingga September 2026. Dinpar memproyeksikan PAD bisa melampaui target Rp403,5 miliar.
IAGI menggelar PIT ke-55 dan GEOSEA XIX di Jogja pada 2–5 November 2026, membahas sumber daya geologi, mitigasi bencana, dan geoheritage.
BPS mencatat inflasi tahunan 3,23% pada Oktober 2026. Harga bensin, tiket pesawat, dan sejumlah bahan pangan menjadi pendorongnya.