Dua Kakak Beradik Jadi Pelaku Pembakaran MI YAPPI Natah
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha UN TEORI KEJURUAN--Siswa kelas XII jurusan Usaha Perjalanan Wisata SMK Negeri 6 Solo, Senin (19/3) mengerjakan soal ujian nasional (UN) Teori Kejuruan SMK. Di Kota Solo ujian tersebut diikuti 45 kompetensi keahlian dari 48 SMK negeri dan swasta.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikipora) Gunungkidul meralat pengumunan kelulusan 2014. Pasalnya, setelah dilakukan klarifikasi ulang ada nilai siswa yang tidak terhitung.
“Harusnya yang tidak lulus itu ada 4 orang. Namun, dalam pengumuman kemarin ada 5 siswa yang dinyatakan tidak lulus,” kata Kepala Disdikpora Gunungkidul Sudodo kepada Harian Jogja, Selasa (20/5/2014).
Dia menjelaskan, kesalahan tersebut terjadi untuk siswa didik di SMKN 2 Wonosari. Awalnya, siswa tersebut dinyatakan tidak lulus, namun setelah dilakukan klarifikasi dari pihak sekolah ternyata terjadi kesalahan dan secara persyaratan telah memenuhi syarat kelulusan.
Saya kurang tahu prosesnya seperti apa. Karena, teknisnya ada di sekolahan terkait. Yang jelas kami sudah melakukan revisi,” tegas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.
"Menunggu pesan ini" di WhatsApp muncul karena proses enkripsi belum selesai. Cek penyebab dan cara mengatasinya dengan update aplikasi dan koneksi stabil
APBD Perubahan DIY 2026 masih dibahas. Pendapatan diproyeksi turun Rp684 miliar menjadi Rp4,53 triliun.
Norwegia naik 12 posisi ke peringkat 19 FIFA setelah mencapai perempat final Piala Dunia 2026, menjadi tim dengan lonjakan terbesar.
Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 18 orang dan membuat 384 pelancong belum diketahui keberadaannya.