Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pascahttp://www.harianjogja.com/baca/2014/06/03/wabup-gunungkidul-blusukan-ke-pasar-argosari-buktikan-sendiri-bau-dari-sampah-511219" target="_blank"> inspeksi mendadak yang dilakukan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi, Selasa (3/6/2014) lalu, penanganan sampah di Pasar Argosari terlihat berbeda.
Bau, yang selama ini sering dikeluhkan pedangang hampir tak tercium lagi. Hanya, beberapa onggok sampah masih terlihat di tempat pembuangan tersebut.
Mulai pukul 07.00 WIB, petugas kebersihan yang berjumlah sekitar 10 orang petugas mulai datang untuk membersihkan bak sampah yang terletak di area belakang pasar. Malahan, untuk mengangkut sampah-sampah itu, petugas langsung menerjunkan dua armada truk sekaligus.
Meski demikian, sampah-sampah tak langsung bisa diangkut, karena dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk membersihkan tempat itu.
“Petugas rutin mengambil sampah-sampah tersebut. Namun, ketika siang tiba, tumpukan sampah-sampah mulai terlihat lagi,” ungkap salah seorang pedagang, Sapri saat ditemui di area pasar, Kamis (5/6/2014).
Meski, bau sudah jarang tercium, namun dia meminta kalau petugas datang lebih cepat lagi. Harapanya, dengan datang lebih awal maka sampah-sampah tersebut dapat diangkut lebih cepat. Sehingga, bau yang seringkali tercium bisa hilang lebih awal lagi.
“Saat ini sudah bagus, namun kalau bisa datangnya lebih awal,” harapnya.
Tak jauh beda juga diungkapkan pedagang lainnya, Benny Sunaryo. Menurutnya, kunjungan tiba-tiba yang dilakukan Immawan Wahyudi membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari kinerja dari petugas kebersihan yang lebih giat. Dampaknya, bau dari tumpuhkan sampah yang dulu sering dikeluhkan kini hampir tak tercium lagi.
“Coba hirup dalam-dalam, kalau dulu pasti yang dihirup bau sampah. Tapi sekarang, hampir tak berbekas lagi,” ungkapnya.
Dia berpendapat, keluhan yang diungkapkan para pedangan bukan sebagai bentuk antipasti terhadap petugas. Namun, lebih kepada kritik supaya petugas untuk lebih giat dalam menjaga dan memelihara tiap fasilitas yang ada di pasar.
“Ya kalau gini kan enak, suasana juga mendukung. Pengunjung senang, pedagang pun mendapatkan untung,” akunya.
Hanya , dia berharap supaya kinerja ini tetap dipertahankan. Jangan sampai, langkah bagus ini hanya bersifat sementara dan lama-kelamaan kembali seperti dulu lagi.
“Kalau bisa terus ditinggkatkan. Namun, harapannya, langkah ini tidak hanya terlihat sehabis dilakukan sidak, tapi kondisi ini terus berlangsung selamanya,” papar pedagang pakaian itu.
Malahan dia memberikan ide, supaya atap penutup di bak sampah tersebut lebih transparan. Karena, dengan begitu, maka matahari bisa langsung menembus ke tumpukan sampah itu sehingga bau yang ditimbulkan dapat berkurang.
“Bagusnya, atap dibuat agar matahari dapat menembusnya. Kalau saat ini, kan terlindungi jadi tempat yang ada menjadi pengap dan mudah sekali menimbulkan bau,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.