Gunungkidul Krisis Air Saat Kemarau, Sungai Bawah Tanah Jadi Solusi
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
(David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Perang spanduk antar pasangan calon presiden dan wakil presiden kini mulai nampak terlihat di Gunungkidul.
Sayangnya, banyak spanduk yang dipasang melanggar aturan yang ditetapkan, dengan memasang spanduk-spanduk tersebut di pohon.
Komisioner Panwaslu Gunungkidul Divisi Pengawasan, Budi Haryanto membenarkan bila perang spanduk antar pasangan mulai terlihat. Namun, dia menilai dalam pemasangannya alat peraga kampanye itu banyak yang melanggar aturan yang ditetapkan.
“Dalam aturannya jelas, pemasangan APK tidak boleh dipasang di pohon. Tapi nyatanya, aturan ini tidak diindahkan tim pemenangan kedua pasangan calon, karena mereka tetap melakukan pemasangan,” katanya, Selasa (17/6/2014).
Hanya, Budi belum bisa merinci berapa jumlah pelanggaran yang dilakukan. Alasannya, panwaslu sedang melakukan pendataan-pendataan terkait pelanggaran APK tersebut. Namun, dia berjanji akan menindak tegas setiap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.
“Kami sedang melakukan pencatatan. Nantinya, temuan ini selain diberikan ke KPU, juga diberikan ke Bawaslu DIY,” papar dia.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan Harianjogja.com, perang spanduk antar kedua pasangan mulai terligat. Jalan sepanjang 10 kilometer penghubung Karangmojo-Wonosari dipenuhi atribut kedua pasangan calon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
KPK menduga pemerasan terhadap WNA masih terjadi di sejumlah Kantor Imigrasi meski OTT terkait kasus tersebut telah dilakukan.
Harga Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter mulai 2 September 2026. Simak daftar harga BBM terbaru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 2 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.