MUDIK LEBARAN 2014 : Dispar Sleman Waspadai Pasar Tumpah Selama Arus Mudik

Rima Sekarani
Rima Sekarani Senin, 21 Juli 2014 11:45 WIB
MUDIK LEBARAN 2014 : Dispar Sleman Waspadai Pasar Tumpah Selama Arus Mudik

Sejumlah pedagang menggelar dagangan di tepian jalan jalur selatan Pulau Jawa, tepatnya di ruas Pasar Banjaran, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2014). Pasar tumpah Banjaran, Lebaksiu, dan Margasari yang berada di jalur selatan merupakan titik rawan kemacetan arus mudik Lebaran 2014. Potensi itu menguat seiring dilakukannya pengalihan arus lalu lintas kendaraan dari jalur pantai utara (pantura) Pulau Jawa yang disebabkan amblesnya Jembatan Comal. (JIBI/Solopos/Antara/Oky Lukmansyah)

Harianjogja.com, SLEMAN-Mengantisipasi pasar tumpah selama masa arus mudik dan balik, Dinas Pasar Kabupaten Sleman melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada para pedagang. Jika tetap membandel, pedagang akan ditertibkan.

"Pembinaan dan sosialisasi demikian sudah biasa dilakukan. Jika masih bandel, akan ada penertiban agar masyarakat tetap bisa menggunakan jalan,” kata Kepala Dinas Pasar Sleman, Tri Endah Yitnani, Sabtu (19/7/2014).

Penertiban yang dimaksud adalah penataan agar pasar tumpah tak mengganggu kelancaran lalu lintas. Instansi terkait yang akan turut menertibkan diantaranya Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Penertiban dilakukan jika ada laporan dari lurah pasar masing-masing bahwa pasar tumpah sudah menganggu kelancaran arus lalu lintas,” papar Endah.

Dikatakan Endah, dari 41 pasar kabupaten dan 36 pasar desa, hampir 40 % di antaranya potensi pasar tumpah. Dia lalu menjabarkan pasar tumpah di jalan nasional adalah pasar Gamping, Tempel, Sambilegi, dan Sleman. Pasar tumpah di jalan propinsi diantaranya pasar Pakem Kejambon, Jangkang, dan Cebongan. Sementara di jalan kabupaten terjadi di pasar Prambanan, Ngino, dan Balangan. Selain upaya pembinaan dan penertiban, Pemerintah Kabupaten Sleman juga menyiapkan manajemen arus lalu lintas, seperti pengalihan atau penutupan jalan di sekitar pasar tumpah.

Endah mencontohkan kondisi di sekitar pasar Gamping yang perlu pengaturan lalu lintas khusus. Sementara lainnya, seperti pasar Sambilegi, parkir kendaraan akan dibuat satu lajur. Pihaknya akan bersiaga sejak H-5 hingga H+2 lebaran dengan melibatkan sekitar 166 petugas untuk menjaga keamanan pasar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online