Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Harianjogja.com, SLEMAN-Tiga kecamatan serentak menggelar pasar lebaran mulai Selasa (22/7/2014) pagi. Ketiganya adalah Gamping, Seyegan, dan Mlati.
Secara umum, pasar lebaran bertujuan agar masyarakat lebih mengenal hasil produksi daerahnya sendiri dan bisa memanfaatkannya. “Kalau mau mengonsumsi dan memakai produk lokal, tentu secara langsung perekonomian di daerah itu juga terdorong,” kata Bupati Sleman, Sri Purnomo, dalam sambutannya pada pembukaan pasar lebaran di Gamping.
Sri Purnomo menambahkan, masyarakat yang kurang mampu jadi terbantu mendapat barang kebutuhan pokok dengan harga relatif murah.
“Kita juga harus yakin kualitas produk lokal tidak kalah dengan produk luar,” tambahnya.
Camat Gamping, Priyo Handoyo mengungkapkan pihaknya ingin menggali potensi kecamatan untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Berbagai harga kebutuhan pokok pun disubsidi agar seluruh lapisan masyarakat bisa menjangkaunya.
Jenis sembako yang disubsidi antara lain 1.000 liter minyak goreng, 7.200 dos mi instan, 2 kuintal beras, 1 kuintal telur ayam, dan 1.500 kilogram gula pasir. Besarnya subsidi berkisar antara Rp1.000 – Rp2.000 per kilogram atau liter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Kulonprogo siapkan program Kampung Redam untuk mencegah konflik horizontal. Lima kalurahan disiapkan menjadi proyek percontohan.
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.