JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Harianjogja.com, SLEMAN-Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) miskin di Desa Sindumartani, Ngemplak, mendapat paket sembako yang dijual sangat murah, Rabu (23/7/2014). Pembelian menggunakan sistem kupon agar tak ada yang dobel atau justru tak kebagian.
Paket sembako tersebut berisi 2 kilogram beras yang hanya dijual seharga Rp 5.000, roti kalengan seharga Rp 4.000, 1kilogram gula pasir seharga Rp 2.000, dan 2 bungkus teh seharga Rp 2.000.
Selain itu, paket juga berisi 1 botol kecap seharga Rp 1.000, 1 botol sirup seharga Rp 3.000, dan 1 kilogram minyak goreng seharga Rp 3.000.
Ratusan KK miskin di Sindumartani juga berhak mendapat barang layak pakai, seperti peralatan dapur dan pecah belah dengan harga sangat murah pula.
Uniknya, mereka juga diberi bendera merah putih agar pada 14-18 Agustus nanti bias dipasang di depan rumah maasing-masing.
“Hasil penjualan pasar lebaran ini tidak kembali ke kas, namun dibelikan barang lagi untuk dijual ke KK miskin di tempat lain,” kata Kepala Desa Sindumartani, Mardiyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Kulonprogo siapkan program Kampung Redam untuk mencegah konflik horizontal. Lima kalurahan disiapkan menjadi proyek percontohan.
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.