Road Rage Meningkat, Tekanan Ekonomi Bikin Pengendara Mudah Emosi?
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Bribda Prima melakukan pemantauan arus lalu lintas di ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda DIY di jalan Tentara Pelajar, Jogja, Selasa (14/8). Dari pantauan 15 titik kamera CCTV di wilayah Polda DIY terpantau arus mudik belum memperlihatkan kenaikan yang berarti, puncak arus mudik melalui jalur darat diprediksikan terjadi pada H-3 atau (Kamis 16/8).
Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki H-5 sebelum Lebaran, arus lalu lintas yang melewati jalur utama masuk dan keluar DIY, terutama di wilayah Sleman terpantau lancar. Belum ada peningkatan, baik arus mudik dengan sepeda motor maupun mobil penumpang. Kenaikan signifikan diperkirakan baru akan terjadi pada H-2 dan H-1 sebelum Lebaran.
Kabid Lalu lintas Dishubkominfo Sleman, Sulton Fatoni menjelaskan, pada Rabu (23/7/2014) atau H-5 Lebaran, belum terjadi peningkatan arus mudik. Untuk arus lalu lintas di berbagai jalur belum ada lonjakan kendaraan yang melintas di wilayah Sleman. Kendati demikian, arus lalu lintas justru membanjiri kawasan pusat perbelanjaan, antara lain di kawasan Ambarrukmo Plasa, Ringroad, Babarsari, Jalan Solo, serta sejumlah pasar tradisional saat pagi hari.
"Kalau arus belum ada peningkatan, masih seperti hari-hari biasa. Malah yang banyak di kawasan pasar dan pusat perbelanjaan," katanya, Rabu.
Ia menambahkan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum di Terminal Jombor juga belum ada peningkatan.
"Masih penumpang lokal yang banyak, penumpang juga belum terlalu banyak di Terminal Jombor," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Vin Diesel mengungkap Fast Forever mulai syuting Desember 2026. Film utama ke-11 Fast & Furious ini dijadwalkan tayang Maret 2028.
Inklusi keuangan DIY mencapai 98,74 persen, peringkat kedua nasional. OJK masih fokus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.
Museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah. Kunjungan museum dan cagar budaya mencapai 4,32 juta pada
Kenali 8 jenis rangka motor sebelum membeli. Simak karakter setiap rangka dan tips merawatnya agar motor tetap stabil dan awet.