PNS Mestinya Jadi Teladan, Malah Terlibat Perceraian

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 09 Agustus 2014 17:20 WIB
PNS Mestinya Jadi Teladan, Malah Terlibat Perceraian

Ilustrasi PNS (Dok/JIBI/Harian Jogja/Antara)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tingginya kasus perceraian di Gunungkidul yang melibatkan pegawai negeri sipil mendapat tanggapan miring dari elemen masyarakat. Salah satunya diungkapkan Aktivis Lembaga Kajian Studi Sosial Gunungkidul, Aminudin Aziz.

Menurut dia, PNS harusnya mampu menjadi tauladan dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. “Memang perceraian bisa terjadi pada siapa saja namun posisi PNS ini berbeda karena dipandang memiliki posisi penting di masyarakat,” katanya, Jumat (8/8/2014).

Dia menjelaskan, mungkin dari sisi agama, perceraian merupakan hal yang diperbolehkan. Namun, tindakan ini sebisa mungkin untuk dihindari, karena Tuhan Yang Maha Esa membenci tindakan perpisahan tersebut.

“Inti dari berkeluarga adalah untuk membentuk keluarga bahagia dan sejahtera. Jadi, prinsip ini yang harus dipegang oleh setiap manusia dan sebisa mungkin menjauh dari tindakan itu,” katanya.

Aziz menilai perceraian yang dilakukan PNS umumnya dilakukan lebih karena tak lagi ada kecocokan dalam berumah tangga. Sementara, dari sisi ekonomi, pasangan ini tidak mengalami masalah. Namun, yang menjadi ironis dorongan perceraian menjadi kuat dikarenakan kemampuan finansial di keduabelah pihak.

“Kalau ini sampai terjadi menjadi hal yang bertolak belakang. Kesejahteraan PNS diberikan supaya kehidupan mereka sejahtera, bukannya malah memperkuat ego masing-masing dan berpandangan bisa hidup sendiri dengan penghasilan yang diperoleh,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online