Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Harianjogja.com, JOGJA-Masih ingat kasus pelecehan seksual terhadap siswa sekolah yang dilakukan petugas kebersihan (Cleaning Servis) di Jakarta Internasional School (JIS) beberapa waktu lalu? Kini kasus serupa juga terjadi di DIY. Seorang petugas kebersihan Sekolah di salah satu Taman Kanaka-kanak (TK) di Kecamatan Mantijeron melakukan tindakan asusila terhadap 3 siswa Sekolah Dasar (SD).
Pelaku bernama Mujio Slamet (MS), 51, kini sudah ditahan di Mapolresta Jogja.
"Sudah ada tiga korban yang sudah dimintai keterangan atas tindakan asusila yang dilakukan MS," kata Humas Polresta Jogja Ajun Komisaris Polisi Haryanta, Minggu (24/8/2014)
Menurut Haryanta, ketiga korban mengakui pernah mengalami tindakan asusila sodomi sebanyak tiga sampai empat kali yang dilakukan di dalam kelas TK di Mantijeron. Ketiga korban itu merupakan lulusan TK tempat Mujio bertugas. Bahkan korban sering diberi uang jajan saat masih duduk dibangku TK sehingga korban tidak merasa takut ketika dekat dengan Mujio.
Setelah masuk SD pun, lanjut Haryanta, ketiga korban masih sering main ke sekolah TK tersebut karena memang rumah mereka berdekatan dengan TK itu. Perbuatan asusila Mujio terbongkar pada Jumat (22/8/2014), sore, pekan lalu. Saat itu sekitar pukul 15.00 WIB, Mujio memanggil ketiga korban yang sedang main di halaman TK. Mereka kemudian diajak ke dalam kelas. Dalam kelas itu Mujio melakukan tindakan asusila tanpa mencopot celana.
Selesai melakukan tindakan asusila itu Mujio memberikan uang jajan Rp2.000-Rp5.000 kepada korban. Tindakannya itu diketahui oleh nenek dari salah satu korban kemudian menyebar sampai warga lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Pesawat wisata Aerodiana jatuh di dekat Garis Nazca, Peru. Sebanyak 13 orang tewas dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Sekolah Rakyat MA 20 Sleman memastikan PWA masih berstatus siswa dan membantah kabar kabur maupun putus sekolah usai kasus celurit.
Krisis migran di perbatasan Spanyol-Maroko menewaskan 67 orang. Gelombang penyeberangan massal diduga dipicu faktor politik dan diplomatik.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Satu bayi kasus penitipan di Pakem masih dirawat BRSPA Dinsos DIY setelah orang tua biologis meminta perpanjangan masa penitipan.